fbpx
KolomMentor

Bagaimana Cara Ekspor untuk Pemula?

Oleh: Roni Sarbani, Trainer dan Pegiat Bisnis Ekspor

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Ketika mendengar kata ekspor, yang terbayang adalah bisnis besar yang rumit dan membutuhkan modal besar. Sebuah bisnis yang rumit dengan segudang regulasi yang hampir tidak mungkin dilakukan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pebisnis pemula dan hanya menjadi domain perusahaan-perusahaan besar.

Tidak salah juga ketika banyak yang beranggapan ekspor sulit dan ribet, karena selama ini sosialisasi tentang ekspor memang masih minim. Sosialisasi yang dilakukan hanya terbatas tentang sosialisasi regulasi dengan bahasa formal yang super ribet dan tidak terjangkau logika pelaku UMKM.

Sangat jarang sekali ada sosialisasi tentang bagaimana ‘mengakali‘ regulasi agar memudahkan pelaku usaha kecil bisa menembus pasar ekspor. Padahal, ekspor itu sendiri adalah sebuah kegiatan usaha yang biasa saja.

Layaknya kita melakukan jual beli online melalui marketplace. Yang membedakan hanya itu dilakukan antar negara, sehingga perlu mematuhi aturan-aturan yang disepakati dalam Incoterm (International Commercial Term).

Siapapun sejatinya bisa menjadi seorang eksporter, baik itu perusahaan besar maupun pelaku usaha UMKM bahkan perorangan sekalipun. Selama bisa memenuhi syarat dan perijinan ekspor maka siapapun bisa melakukan ekspor.

Alasan menjadi eksportir

Lalu kenapa kita harus melakukan kegiatan ekspor? Kenapa kita harus menjadi seorang eksporter, sedangkan kita bisa saja berjualan dalam negeri melalui berbagai macam platform. Mulai dari marketplace sampai dengan media sosial yang sekarang banyak beralih fungsi menjadi online shop.

Ketika kita bicara kenapa harus ekspor, maka ilustrasi berikut mungkin bisa menggambarkan.

Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa itu ternyata hanya sebesar 4% dari total penduduk dunia yang sekarang berjumlah kurang lebih 7,7 Milyar manusia. Artinya ketika kita hanya memasarkan produk kita di Indonesia, ada 96% market yang tidak pernah kita sentuh.

Prosentase sebesar 96% merupakan potential market yakni sebesar 7,5 miliar manusia. Katakanlah niche market kita hanya 1%, maka kita hanya mampu menerobos pangsa pasar memasarkan di Indonesia dengan target 2,7 juta orang yang diperebutkan entah berapa banyak kompetitor. Sedangkan dengan niche yang sama 1% dengan target seluruh penduduk dunia maka kita akan punya potential market sebesar 77.000.000.

Artinya probability produk kita bisa terjual menjadi semakin besar. Dengan begitu, peluang kita untuk meraih kesuksesan mejadi semakin besar. Itu adalah satu dari sekian alasan kenapa kita harus melakukan kegiatan ekspor.(*)

Related Articles

Back to top button