Kabar Indonesia

Yuk, Lihat Sejarah Lahirnya Hari Anak Nasional 23 Juli

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Indonesia memperingati┬áHari Anak Nasional┬ásetiap 23 Juli. Peringatan Hari Anak ini berbeda dengan peringatan hari anak di dunia seperti Hari Anak Internasional setiap 1 Juni dan Hari Anak Sedunia setiap 20 November. Ada latar sejarah yang membuat 23 Juli dipilih sebagai Hari Anak Nasional.

Ilustrasi anak-anak, sumber: Instagram/ kelasinspirasi.id

Hari Anak Indonesia berawal dari Hari Kanak-Kanak yang ditetapkan oleh Presiden Soeharto. Saat itu, Kongres Wanita Indonesia menggagas adanya Hari Kanak-Kanak Nasional. Dari gagasan itu muncul Pekan Kanak-Kanak  pada 1952 yang dirayakan pada minggu kedua bulan Juli, bertepatan dengan libur sekolah.

Beberapa tahun setelahnya, peringatan pekan kanak-kanak ini berganti pada 1-3 Juni bersamaan dengan Hari Anak Internasional. Sempat pula Hari Kanak-Kanak ditetapkan pada 6 Juni, bertepatan dengan hari lahir Soekarno.

Ilustrasi anak, sumber: cnnindonesia (23/7)

Namun, di masa Presiden Soeharto sejumlah kebijakan di era Orde Lama dihapus dan diganti yang baru, termasuk hari anak. Hari anak lalu diganti oleh Soeharto pada 1984 sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional.

Keppres tersebut menetapkan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional yang menitikberatkan pada upaya mewujudkan perkembangan anak secara jasmani, rohani, dan sosial. Tanggal 23 Juli dipilih karena dianggap sebagai hari penting untuk kesejahteraan anak. Pada tanggal ini Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak disahkan pada 1979.

Hari Anak Nasional pada 23 Juli terus diperingati hingga saat ini dengan berbagai kegiatan. Sejumlah dasar hukum Hari Anak Nasional juga ditambahkan. Dasar hukum perlindungan anak kini sesuai dengan Pasal 28B ayat 2 UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjelaskan dalam Panduan Hari Anak Nasional 2020, makna hari anak adalah kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal dengan mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Pada 2020 ini, Hari Anak Nasional mengangkat tema: Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Perayaan tahun ini mengusung tagline  atau slogan ‘Gembira di Rumah’. Slogan ‘Gembira di Rumah’ muncul karena pada tahun ini anak Indonesia merayakan hari anak di rumah karena pandemi Covid-19.

“Peringatan kali ini tidak seperti biasanya. Kali ini secara online karena situasi pandemi Covid-19. Kami berharap tidak mengurangi makna dan mengurangi perlindungan serta pemenuhan hak anak sebagai penerus bangsa,” kata Menteri PPPA Bintang Puspayoga dalam konferensi Hari Anak Nasional 2020, Rabu (22/7). (dd/cnnindonesia/23/7/2020)

Related Articles

Back to top button