fbpx
Gaya Hidup

Yuk, Ikut Kurangi Limbah Kosmetik Dengan 6 Cara Berikut!

ENERGIBANGSA.ID – Dalam beberapa pengalaman individu, kerap mengeluhkan terganggu dengan banyaknya kemasan dalam produk kecantikan.

Sebagai contoh serum perawatan kulit. Bertempat dalam botol hias kemudian dibungkus kembali dengan kotak. Kemudian dibungkus dengan plastik.

Jumlah kecil produk versus petak kemasan yang masuk terkadang membingungkan.

Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa produk kecantikan dirancang untuk memanjakan dan membuat kita merasakan keistimewaan saat mendapatkannya.

Karenanya, pengemasan itu penting, tetapi ini berdampak pada lingkungan.

Upaya daur ulang mulai dilakukan, namun kendalanya terletak pada sedikitnya kemasan kecantikan yang benar-benar didaur ulang.

Menurut pendiri merek perawatan kulit di Selandia Baru yang menerapkan kemasan ramah lingkungan, Emma Lewisham, industri kecantikan bertanggung jawab atas 120 miliar unit limbah setiap tahun.

Dengan kemasan sekali pakai menjadi penyumbang emisi karbon terbesar di industri.

“Mitos terbesar adalah pernyataan kemasan produk kecantikan didaur ulang. Sayangnya, ini tidak terjadi. Faktanya, hanya 4 persen dari semua plastik global yang didaur ulang setiap tahun.”

Emma memberi pesan kepada konsumen untuk tidak mudah percaya pada merek yang memberi abal-abal daur ulang pada kemasan mereka.

Lalu, apakah mereka memiliki program pengambilan kembali dan kemitraan dengan pendaur ulang khusus?

Ini adalah cara yang bisa digunakan untuk mengetahui mereka benar-benar menjalankan daur ulang.

Jika kamu ingin membantu mengurangi limbah kosmetik,berikut terdapat beberapa cara yang bisa kamu terapkan.

1. Cari Produk atau Merek yang Dapat Diisi Ulang

Dengan memilih membeli isi ulang dari merek atau produk kecantikan, kamu bisa berupaya mengurangi emisi karbon di dunia.

2. Berpartisipasi Dalam  Program Pengambilan Kembali Untuk Daur Ulang atau Isi Ulang

Beberapa produk kecantikan memiliki program pengembalian kemasan kosong atau mengisi ulang kepada konsumen.

Di sini konsumen diharapkan mengembalikan kemasan kosmetik yang telah kosong atau ingin diisi ulang ke toko kosmetik tersebut.

Contoh merek yang mengambil kembali barang kosong adalah  Kiehl’s, The Body Shop, Innisfree, L’Occitane, MAC Cosmetics, dan Lush Cosmetics.

Yuk, Ikut Kurangi Limbah Kosmetik Dengan 6 Cara Berikut!
Sumber : Woman Talk

3. Kenali  Kebutuhan Perawatan Kulit dan Kecantikan Kamu

Sebagian besar wanita membeli dan beralih setidaknya tiga atau empat produk sebelum menemukan ‘yang tepat’.

Bahkan setelah menemukan produk perawatan kulit yang tepat, mereka sering tidak tahu apa jenis kulit mereka sebenarnya.

Rasanya seperti memiliki keinginan membeli berdasarkan kemasan atau tren terbaru.

Dengan memahami kondisi dan kebutuhan kulit dan tidak berganti merek merupakan upaya sadar untuk mengurangi limbah.

4. Jangan Tertipu Dengan Kemasan Mewah dan Berlabel Lingkungan

Ada banyak produk yang sengaja dikemas untuk memberikan ilusi volume yang lebih banyak.

Tetapi ada juga beberapa merek yang mulai mengurangi limbah kosmetik dengan mengurangi ketebalan botol dan atau mengubah bahan kemasannya.

Kesalahpahaman di mana produk dipasarkan dengan latar belakang hijau atau botani, aroma ‘terinspirasi alam’, dan iklan yang menyiratkan kesadaran lingkungan, adalah hal biasa.

Kata-kata seperti ‘alami’ ini seringkali mengecoh konsumen.

Jika produk tersebut masih mengandung semua jenis alergen, iritan, pengganggu hormon, dan karsinogen yang berbahaya bagi kulit dan lingkungan, maka bisa dikatakan tidak ramah lingkungan.

Perubahan besar adalah ketika saya beralih dari kapas atau tisu sekali pakai ke tisu kain yang dapat digunakan kembali.

5. Beralih Dari Bahan Sekali Pakai ke Bahan yang Bisa Digunakan Kembali

Lee Peilin, seorang manajer pemasaran dan advokat keberlanjutan yang merupakan bagian dari proyek warga dengan Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan, memiliki cara bagaimana menjadi lebih ramah lingkungan.

“Pengubah permainan utama adalah ketika saya beralih dari kapas atau tisu sekali pakai ke tisu kain yang dapat digunakan kembali. Saya menggunakannya untuk menghilangkan toner dan make-up.”

Selain itu, Lee juga menggunakan cotton buds bambu.

Ini berbicara tentang kesadaran diri dan tanggung jawab dalam memilih produk yang kita gunakan.

6. Pindah ke Travel Size atau Mini Jar (Ukuran Kecil)

Setiap dari kita bisa lebih berhemat menggunakan suatu produk, yakni salah satunya dengan membagi porsi kemasan besar ke kemasan yang lebih kecil.

Selain menghemat pemakaian, kemasan kecil juga mudah untuk dibawa kemanapun tanpa memakan banyak tempat.

Setiap dari kita memiliki potensi untuk membawa perubahan. Pikirkan tentang konsekuensi dari semua pilihan kecil yang diri kita buat setiap hari.

Semoga bermanfaat!

Related Articles

Back to top button