fbpx
Gaya Hidup

Yoshinori Ohsumi, Penemu Konsep Puasa (Autophagi) dari Jepang itu Raih Nobel Kedokteran

ENERGIBANGSA.ID—Riset tentang konsep autophagi yang di implentasikan dalam bentuk lapar (puasa) telah membuahkan nobel bagi peneliti Jepang.

Konsep autophagi adalah, bahwa ketika tubuh seseorang lapar, maka sel-sel tubuhnya pun ikut lapar. Sel-sel itu akan memakan sel-sel dirinya yang sudah tidak beguna lagi (rusak/mati).

Sehingga, sel yang mati itu tidak menjadi sampah dalam tubuh yang bisa membahayakan. Dengan kata lain, tubuh orang yang berpuasa disebut akan membersihkan dirinya sendiri.

Hasil pembuktian ilmuwan

Seorang ilmuwan telah membuktikan, ia telah menemukan bahwa ketika seseorang lapar (puasa) dalam jangka waktu tidak kurang dari 8 jam dan tidak lebih dari 16 jam. Maka tubuh akan membentuk protein khusus yang disebut autophagisom.

Autophagosom tersebut bisa dianalogkan sebagai ‘sapu raksasa’ yang mengumpulkan sel-sel yang tidak berguna (sel-sel mati).

Antara lain, seperti sel kanker serta sel berbentuk kuman (virus atau bakteri) penyebab penyakit. Lalu protein autophagisom tersebut memakan sel-sel berbahaya itu.

Simpulan dari riset tersebut, menyarankan agar seseorang bisa menjalani praktek melaparkan diri (puasa) dua atau tiga kali dalam seminggu.

Memenangkan Yoshinori Ohsumi

Penelitian ini telah memenangkan Yoshinori Ohsumi. Ia layak menyandang penghargaan ‘Nobel Kedokteran’ atas riset yang ia namakan ‘Autophagi’.

Dalam konteks Islam, sunnah puasa Senin dan Kamis membuktikan bahwa konsep ‘Autophagi’ ala Yoshinori Ohsumi sesungguhnya telah disarankan sejak 1,5 abad yang lalu oleh Rasulullah SAW.

Terkait hal itu, tinggal kita mau menjalankan atau tidak? Yang jelas, secara ilmiah sekalipun, peneliti asal Jepang Yoshinori Ohsumi telah membuktikannya. (sumber: nobelprize.org)

Related Articles

Back to top button