fbpx
Kabar DaerahRagam Bangsa

Yes! Bupati Rembang Bagi-bagi Mesin Pertanian pada Petani

REMBANG, energibangsa.id— Bupati Rembang Abdul Hafidz menyerahkan sejumlah bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada petani di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Senin (22/3/2021).

Bantuan tersebut, berupa 22 unit kendaraan roda tiga, tiga unit mesin pemipil jagung roda dua, lima unit pemipil jagung roda tiga, dan tiga unit mesin pencacah rumput atau cooper

Disampaikan, bantuan alsintan secara bertahap terus dilakukan, karena merupakan upaya modernisasi pertanian untuk kelompok petani, bukan perseorangan.

Diharapkan, dengan bantuan tersebut dapat membantu petani untuk mengurangi biaya operasional.

Untuk kelompok

“Semoga penyaluran ini tepat pada waktunya. Bantuan ini untuk dimanfaatkan kelompok bukan perseorangan, sehingga kelompok ini merasakan manfaatnya semua. Ini di kelola secara profesional, sehingga nanti ada biaya yang dikeluarkan untuk kelompok itu sendiri, guna ongkos operasional dan perawatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto menyampaikan, pihaknya akan mendampingi petani, agar mampu memanfaatkan sumberdaya secara optimal dan meningkatkan efisiensi usaha pertanian

Sehingga, petani mampu bersaing dalam harga pasar.

“Melalui bantuan mekanisasi pertanian, baik pra maupun pascapanen dapat membantu memanfaatkan waktu tanam, mengurangi tenaga kerja, dan menjaga kualitas hasil panen. Serta memanfaatkan limbah pertanian untuk pakan ternak, sehingga budidayanya akan memberikan hasil sepadan,” terangnya.

Selain mesin pertanian, lanjutnya, Pemkab Rembang juga menyalurkan bantuan dua jenis bibit tanaman pangan.

Di antaranya, 5 ribu kilogram bibit kacang hijau untuk 200 hektare dan 7.875 kilogram bibit padi untuk 315 hektare.

Perwakilan Kelompok Tani Ternak Subur Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori Eko Hadi, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan mesin pencacah rumput, yang bisa digunakannya untuk menggiling limbah pertanian menjadi butiran kecil.

“Yang dicacah biasanya janggel, bonggol ketela, nanti keluarannya kecil-kecil, yang nanti difermentasi untuk pakan ternak. Limbah-limbah ini biasanya terbuang, dibakar, kalau pakai ini (mesin pencacah), limbah sudah bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Tarik Anak Muda

Sektor pertanian juga menjadi perhatian anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo dalam bimbingan teknis peningkatan kapasitas petani dan penyuluh pertanian di Hotel Fave Rembang, Senin (22/3/2021).

Dia mengingatkan pentingnya mendorong generasi muda untuk menggeluti sektor pertanian. Pasalnya, tak banyak pemuda yang mau menggeluti profesi sebagai petani.

Mereka, lanjutnya, justru lebih memilih menjadi kuli di kota besar atau pembantu rumah tangga di luar negeri.

Karenanya, Firman mengajak semua pihak untuk bersama-sama memoles sektor pertanian, sehingga memiliki daya tarik.

“Karena sumberdaya alam kita luar biasa. Gimana ada daya tariknya, biar anak muda mau kembali ke kampung dan mengembangkan pertanian, untuk memenuhi target ketahanan pangan nasional kita,” tandasnya.

Selain pengembangan pertanian, Firman berharap komoditi-komoditi potensial di Indonesia dilindungi.

Seperti, kelapa sawit yang sudah terbukti mampu menyumbang devisa negara dalam jumlah besar.

“Di beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat, mereka sudah mempunyai regulasi untuk melindungi empat komoditi strategis. Yakni gandum, kedelai, kapas dan jagung, ada undang-undangnya,” imbuhnya. (*)

Related Articles

Back to top button