fbpx
Lewat ke baris perkakas
Ekonomi & Bisnis

Yakin! Kawasan Industri Batang Pasti Tarik Minat Investor

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) mendukung rencana dan program pemerintah untuk meningkatkan investasi dengan adanya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

Ahmad Fauzie Nur berbincang dengan Ganjar Pranowo
Ahmad Fauzie Nur, Direktur Operasional PT KIW (kanan) saat berbincang dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

“Kawasan Industri Batang dan Subang di Jawa Barat, diprioritaskan untuk mengantisipasi dan responsif pemindahan investasi dari luar negeri, diutamakan untuk high technology dan memperbaiki rantai pasok atau supply chain,” ujar Direktur Operasional PT KIW, Ahmad Fauzie Nur, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (18/8).

Menurut Fauzie, pandemi Covid-19 telah mengajarkan Indonesia memiliki dua kekuatan besar, yaitu market atau pasar dan sumber daya alam (SDA). Namun, di sisi lain yaitu logistik dan inovasi juga harus diperkuat karena sekaligus terhubung dengan rantai pasok atau supply chain dan ke depan harus mengurangi impor.

“Apalagi, Indonesia harus merebut pasar salah satunya berani bersaing dengan Vietnam untuk menarik para investor. Strateginya, harus mampu menekan biaya logistik yang diperlukan investor dimana relatif tinggi dibanding dengan Vietnam,” jelasnya.

Sebagai gambaran, kata Fauzie, Vietnam memiliki banyak perjanjian dagang. Saat ini, Vitenam mengantongi 15 perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) sehingga biaya ekspornya lebih efisien dan penetrasi pasarnya pun terbilang mudah dibanding Indonesia.

“Di samping itu, biaya logistik yang diperlukan investor relatif cukup tinggi. Rantai pasok manufaktur di dalam negeri terbatas sehingga investor yang berkecimpung di industri manufaktur harus impor. Belum lagi terdapat pembatasan impor bahan baku,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Fauzie, rumitnya perizinan dan registrasi produk masih menjadi kendala yang cukup menghambat. Sementara itu, negara-negara tetangga ternyata menawarkan waktu dua bulan untuk mengurus perpindahan izin. “Hal-hal seperti inilah yang perlu dipangkas dengan harapan investor lebih tertarik,” tandasnya.

Fauzie mengatakan, KIT Batang sebagai kawasan industri fokus pada high-tech industry dan memperbaiki supply chain sangat sejalan dengan cita-cita untuk membangun sebuah kawasan industri yang memiliki nilai tambah tinggi (high value added).

Pertumbuhan kawasan industri ke depan harus dapat memfasilitasi industri manufaktur di Indonesia agar mampu menghasilkan produk barang yang berkualitas dan memenuhi standar internasional sekaligus mampu bersaing di pasar global.

“KIT Batang mengusung tema the smart and sustainable industrial estate siap melaksanakan dua fokus yang diarahkan oleh pemerintah high-tech industry dan supply chain,” tandas Ahmad Fauzie Nur. (beritasatu).

Related Articles

Back to top button