Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaNasional

Wiranto: Tenang, Kisruh PB Djarum vs KPAI Sudah Ada Solusinya!

ENERGIBANGSA.ID – Kemarin jagad raya media sosial ramai membahas perseteruan Djarum Foundation vs KPAI, pasalnya PB Djarum dianggap eksploitasi anak-anak.

Wiranto, Ketua Umum Pengurus Pusat PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, menegaskan bahwa kisruh antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum telah menemui titik terang.

Sebagaimana dilansir Jawapos Wiranto menjelaskan, mulai 2020 nanti akan ada konsep baru terkait ajang pencarian bakat bibit bulu tangkis di Indonesia.

“Udah selesai, sampai 2019 lanjutkan. Nanti ada satu konsep baru, sudah ada pembicaraan,” ujar Wiranto di kantor Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (9/9).

Namun begitu, Wiranto belum mau membeberkan konsep baru tersebut. Dia hanya meminta agar hal ini tak perlu diributkan terus menerus.

“Ini kan masalah pembinaan bulu tangkis Indonesia, kenapa kisruh. Semua bisa dibicarakan dengan baik. Ya, ada kesadaran kedua belah pihak. Yang satu ini merasa (pembinaan usia dini bulu tangkis, Red) penting untuk ke depan, yang satu lagi tidak mau ada badan (usaha) yang memanfaatkan anak-anak sebagai sebagian dari kampanye rokok. Gitu aja susah, sudah selesai,” lanjutnya.

Apa Indikator Eksploitasi Anak?

Sebelumnya, kisruh ini juga mendapat sorotan dari mantan Komisioner KPAI periode 2014-2017, Erlinda. Ketua Indonesia Child Protection Watch ini mengaku prihatin atas polemik audisi bulutangkis dan KPAI tersebut.

“Kedua belah pihak sebenarnya sama bagusnya, namun ada hal yang belum tercapai kesepakatan mengenai masalah eksploitasi anak. Masyarakat sebaiknya diberikan pemahaman yang jelas dan komprehensif terkait eksploitasi pada anak. Apa indikator yang menyatakan bahwa audisi yang dilakukan oleh PB Djarum adalah merupakan tindakan eksploitasi?” ujarnya dalam siaran pers yang diterima VIVA, Senin, 9 September 2019.

Menurutnya harus ada pihak yang memediasi antara Djarum dan KPAI terkait polemik ini.

Pelanggaran PB Djarum

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise akan melalukan tindaklanjut mengenai persoalan ini.

Ia akan melakukan koordinasi dengan beberapa lembaga, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kesehatan serta beberapa kementerian terkait lainnya untuk mencari jalan keluar.

“Kita harus koordinasi lagi kira-kira dengan cara apa sehingga anak-anak ini tetap mendapatkan hak-hak mereka,” kata Yohana

Yohana menjelaskan, ada dua peraturan yang diduga dilanggar oleh PB Djarum. Yakni Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Pasal 35 Ayat (1) huruf c diatur pengendalian promosi produk tembakau dilakukan dengan tidak menggunakan logo dan/atau merek produk tembakau pada suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan.

Sedangkan Pasal 37 berbunyi sponsor industri rokok hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk citra merek produk tembakau.

“Ini sudah melanggar hak anak dan kami pemerintah tetap tegas. Ada dua undang-undang di balik itu dan mereka harus tunduk dengan undang-undang yang berlaku. Jangan sampai memperalat anak-anak untuk bisnis,” jelas Yohana.

Dari Kacamata Brand

Terpisah, Timotius Aswin Wijaya salah seorang pelaku brand promotor di sebuah agensi iklan, menyebut bahwa ada solusi lain yang sangat terbuka soal kisruh PB Djarum vs KPAI ini. Misalnya dengan mengganti PB Djarum dengan anak perusahaan Djarum yang lain.

“gue rasa kalau niatnya seratus persen memajukan atlet usia dini, gak ada masalah kok merubah nama PB Djarum. Toh mereka (Djarum) sangat bisa membuat platform streaming olahraga dengan nama Super Soccer supaya gak lekat antara olahraga dan rokok (sebelumnya Djarum Super Soccer). Kenapa di PB Djarum gak bisa?” tulisnya di sebuah laman facebook per-ahensi-an tanah air.

Terlepas dari itu semua, mari kita optimis bahwa Pelatihan Bulu tangkis bangsa Indonesia akan tetap berjalan dengan solusi lain yang tengah diupayakan bersama.

Related Articles

Back to top button