fbpx
Ragam Bangsa

What, Makan Tokek Goreng Aman Ngga ya?

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Dunia medsos memang jos. Apa-apa bisa menjadi bahan “haha-hihi” di dunia medsos itu. Nyatanya, melansir berita detikFood, Sabtu (12/9) viral makanan berbahan dasar hewan tokek digoreng utuh.

Salah satu jenis reptil, Tokek (dok: istimewa)

Viral di TikTok seorang perempuan makan tokek dengan cara digoreng utuh. Namun, amankah tokek dikonsumsi dan apakah halal untuk Muslim?

Melalui sebuah video, seorang pengguna TikTok dengan akun @krisnaweni memperlihatkan dirinya saat makan tokek. Tampak dalam video, tokek utuh tanpa dipotong dan dikuliti itu langsung digoreng di dalam minyak panas.

Video itu lantas menjadi viral dan membuat netizen lain bertanya-tanya. Apakah tokek aman untuk dikonsumsi?

Mengingat tokek bukan merupakan hewan yang tak lazim untuk dikonsumsi. Jangankan dikonsumsi, melihatnya saja sudah bergidik.

Namun, pengguna TikTok itu tanpa jijik mengolah hewan jenis reptil ini. Mengenai pengonsumsiannya, tokek ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan.

Bahkan di Jawa Timur penangkaran tokek yang bisa menghasilkan uang hingga jutaan rupiah.

Amankah Tokek Dikonsumsi?

Banyak yang khawatir akan beracun jika mengonsumsi tokek. Melansir dari Reptile Follower, daging tokek rumahan tidak beracun.

Jadi, aman saja jika mengonsumsi tokek. Namun, ada bagian tokek yang mengandung bakteri berbahaya seperti salmonella.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Dalam laporannya, orang-orang yang terjangkau bakteri salmonella ternyata memelihara tokek. Bagian tokek yang mengandung salmonella itu ada di kulit dan mulut.

Sementara itu, di bagian sela-sela jari tokek juga jadi tempat bersarangnya bakteri dan patogen. Supaya aman saat mengonsumsi tokek, sebaiknya bagian-bagian beracun tokek dipisahkan terlebih dahulu. Kemudian dicuci bersih, jangan dimasak utuh seperti dalam video TikTok tersebut.

Untuk Pengobatan

Reptil yang memiliki suara unik ini sering dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional. Dilansir dari Medicalnewstoday, sebuah penelitian menemukan khasiat tokek yang dapat meningkatkan sistem kekebalan suatu organisme. Selain itu, tokek juga dapat menurunkan aktivitas dari protein VEGF dan bFGF.

Protein-protein tersebut dapat meningkatkan perkembangan dari sel-sel kanker. Pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tokek ini telah dipercaya ribuan tahun lalu. Dulu masyarakat China sering memanfaatkannya.

Bukan hanya sebagai obat, tetapi juga sebagai menu makanan. Fakta ini telah dibuktikan melalui sebuah penelitian di Villanova University pada tahun 2009. Dalam penelitian tersebut menemukan 14 spesies tokek yang bisa dijadikan obat. Sementara di China, biasanya lebih sering menggunakan tokek besar dan tokek kecil.

Ditinjau dari Hukum Islam

Tokek telah terbukti berkhasiat. Namun, masih banyak yang menanyakan tentang hukum mengonsumsi tokek dalam Islam. Mengutip dari Halal MUI, menurut kaidah Fiqhiyyah, status hukum mengonsumsi tokek itu termasuk masalah Khilafiyah.

Dalam hal ini ada ulama yang menghalakan dan ada juga yang mengharamkan. Ulama yang menghalakan berpendapat bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT dan Rasulnya tertulis jelas dalam Al Qur’an dan Hadits.

Namun, ada juga ulama yang mengharamkan karena tokek tergolong hewan khobaits atau yang menjijikkan dan kotor.

Tokek juga termasuk hewan bertaring dan memangsa. Kalau bertaring berarti, tokek haram untuk dikonsumsi. (detikFood).

Related Articles

Back to top button