Kabar Indonesia

Weleh, Ternyata Hanya 31,2 Persen Publik Tahu UU Ciptaker

JAKARTA, energibangsa.idSetelah Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan DPR, gelombang aksi demo penolakan terjadi dimana-mana. Tak hanya di Jakarta, Semarang pun tak luput dari demo para mahasiswa dan buruh.

Namun ada hal yang mengejutkan. Berdasarkan hasil survei oleh lembaga survei Indometer, rupanya hanya sedikit publik yang tahu tentang UU Cipta Kerja. Tak banyak yang tahu tentang apa itu omnibus law.

Hasil survei

Dikutip dari hasil rilis Indometer, hanya 31,2 persen saja publik yang tahu. Tragisnya, 68,8 persen masyarakat tak tahu sama sekali. Piye jal?

“Hanya 30-an persen publik yang mengetahui tentang omnibus law RUU Cipta Kerja,” kata Direktur Eksekutif Survei Indometer Leonard SB dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (16/10) kemarin.


Screenshote hasil survei tentang Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dirilis Indometer

Jumat (16/10). Dok: energibangsa

 “Sebanyak 90,1 persen publik setuju, hanya 8,6 persen yang terang-terangan menolak, dan sisanya 1,3 persen tidak tahu/ tidak menjawab,” ungkap Leonard.

Hal itu menjadi catatan kritis bagi pemerintah, di mana rumusan kebijakan yang dinilai sangat strategis kurang dikomunikasikan kepada publik.

“Simpang siurnya informasi menyebabkan muncul banyak tudingan hoaks terhadap isi omnibus law yang beredar,” ucap Leonard menjelaskan.

Minimnya sosialisasi bisa jadi karena faktor pandemik Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020. Sedangkan pembahasan cenderung dilakukan tertutup oleh pemerintah dan DPR, hingga tiba-tiba disahkan pada awal Oktober 2020.

Survei Indometer itu dilakukan pada 25 September-5 Oktober 2020 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden dari seluruh provinsi yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Adapun margin of error penelitiannya sebesar 2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (dd/EB)

Related Articles

Back to top button