Kabar IndonesiaTeknologi

Website Kemendagri Diretas Sebagai Bentuk Protes, Bagaimana Cara Menyampaikan Aspirasi dengan Tepat?

ENERGIBANGSA.ID – Setelah lebih dari sepekan ini masyarakat dari berbagai kalangan termasuk para aktivis heboh dengan adanya revisi UU KPK. Rupanya hal tersebut juga berdampak pada laman Kementerian Dalam Negeri diretas pada Minggu (22/9/2019) malam. Peretas tersebut mengatasnamakan Security007 yang menyebabkan laman tidak dapat diakses.

Ahli digital forensik Ruby Alamsyah menyebut bahwa peretasan tersebut menggunakan tekni web defacement. Peretasan kembali menyasar situs pemerintahan untuk menyuarakan pendapat dari kepentingan kelompok atau perorangan.

Hacking atau peretasan menjadi cara para peretas menyuarakan protes. Namun berkaitan dengan hal itu Cyberthreat, pakar siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya memiliki pandangan lain. Ia menilai peretasan website Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) adalah bukti nyata bahwa rata-rata situs pemerintah tidak dikelola dengan baik.

Adanya kelengahan pengelolaan sistem yang tingkat keamanannya masih rendah membuat kegiatan peretasan dimanfaatkan oleh para peretas. Meski begitu, tidak ditemukan indikasi adanya pencurian data dari tindakan ini. Para peretas hanya ingin menyuarakan aspirasinya.

Menindaklanjuti hal itu, Tim Energi Bangsa telah merangkum bagaimana seharusnya menyampaikan aspirasi secara tertib seperti di bawah ini.

Memahami Aspirasi yang Akan Disampaikan dengan Bahasa yang Sopan

Pendapat muncul dari siapa saja yang ingin memberikan suara tentang suatu isu yang menurutnya perlu disampaikan. Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan merevitalisasi fungsi permasalahan yang ada. Aspirasi seharusnya disampaikan dengan bahasa yang baik dan sopan agar tidak menyinggung suatu pihak, tidak mengandung unsur sara, mengubah pola masyarakat agar lebih tertata dalam bersikap dan berucap.

Mengutamakan Kepentingan Umum

Aspirasi disampaikan dari suatu kelompok atau perorangan. Untuk membatasi ego yang nantinya dapat menimbulkan respon kurang baik, maka dalam beraspirasi juga harus berlapang dada menerima pendapat orang lain. Jangan memanfaatkan digitalisasi sebagai tindak kejahatan dalam beraspirasi.

Berorasi dengan Tertib

Berorasi ke jalan atau demo di tempat terbuka menjadi pilihan masayarakat agar suaranya mendapat perhatian lebih. Menjaga tata tertib saat berorasi harus disadari dan diperhatikan, serta perlu mengontrol emosi agar tidak terjadi vandalisme.

Selain memperbaiki masyarakat yang harus tertib dalam menyampaikan aspirasinya, di balik kurangnya penjagaan sistem yang kurang baik pasti ada antisipasi melindungi database dari kegiatan peretasan. Pemerintah perlu melakukan tinjauan yang lebih serius untuk perlindungan situs agar tidak kebobolan.

Related Articles

Back to top button