fbpx
Nasional

Webinar Tips Lolos Program Volunteering di Acara PENA, Meli Firdausi Nazila: Perhatikan 3 Hal!

ENERGIBANGSA.ID—Mahasiswa atau kaum pelajar tentu banyak yang tertarik melakukan program pengabdian sosial secara gratis (fully funded). Apalagi programnya di lakukan di luar negeri ataupun di daerah-daerah pelosok.

Saat ini, banyak sekali organisasi maupun komunitas yang mengadakan program pengabdian sosial di berbagai daerah, tentu biasanya dilakukan dengan seleksi secara ketat.

Nah, untuk mengetahui tips dan trik agar lolos program volunteer fully funded, organisasi Pemuda Indonesia Menyapa (PENA) menyelenggarakan webinar bertajuk “Tips dan Trik Lolos Program Volunteer Fully Funded”, Minggu (14/2/2021).

Meli Firdausi Nazila, mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan motivasi kepada pemuda-pemudi Indonesia.

“Tiada mimpi yang sulit dicapai, itu semua tergantung pada usaha dan doamu, jangan lupa selalu menaikkan level usaha dan doa,” kata pemudi yang pernah mengikuti Program Kepemimpinan di Turki 2021 ini.

Perhatikan 3 hal

Ia mengatakan, jika ingin lolos sebuah program pengabdian sosial maka harus ingat tiga hal.

“Jika kalian ingin lolos sebuah program, caranya harus selalu rajin cari informasi, baik melalui sosmed ataupun website”, ujar Meli yang juga peserta Program Menyapa Dunia#1 di Malaysia-Singapura 2020 ini.

“Kemudian jangan lupa tingkatan skill, baik itu bahasa asing, public speaking, sosial, dan lai-lain yang bisa meningkatkan skillmu. Dan terakhir jangan lupa daftar. Seringkali kita ingin lolos, tapi tidak mau mencoba daftar, ” terangnya.

Dalam program volunteering biasanya terdapat berbagai macam jenis, ada yang secara fully funded (dibiayai penuh), partial funded (dibiayai setengah), dan self funded (bayar sendiri).

Peserta Global Youth Action Malaysia, Singapura dan Thailand 2020 juga berpesan agar tak putus asa makalan tidak lolos fully funded.

“Kalian bisa tetap ikut dengan partial ataupun self. Intinya harus tetap percaya diri. Soal biaya bisa cari sponsor,” ungkapnya.

“Gagal itu pasti, dari kegagalan itulah kita harus perbaiki kekurangan”, semboyan mahasiswi berprestasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

“Seringkali orang lain melihat saya itu enaknya saja. Tetapi di balik itu semua, ada perjuangan yang luar biasa” pungkasnya.

(Kontributor: Muhammad Alvin Jauhari)

Related Articles

Back to top button