fbpx
Kabar Daerah

Webinar Moderasi Beragama, Muhtarom: Islam itu Rahmatan al Alamin

SEMARANG, energibangsa.id—Kondisi pandemi Covid-19 berdasarkan fakta tak hanya mengancam hilangnya nyawa manusia. Namun di sisi lain, pandemi ini juga berakibat hilangnya akal sehat hingga perilaku agama yang menyimpang.

Tak dipungkiri, perilaku menentang agama juga sering terjadi saat ini. Parahnya, generasi muda atau generasi milenial menjadi bagian “virus” yang sama bahayanya bagi manusia.

Jika hal itu terjadi berlarut-larut, bisa berakibat terjadinya penyimpangan perilaku seseorang. Tak sesuai dengan norma dan syariat Islam yang seharusnya. Hal itu terjadi karena masih dangkalnya pemahaman generasi milenial.

Oleh karena itulah, penanaman dan pengembangan Islam wasathuiyah dikalangan generasi muda sangatlah penting. Hal ini bertujuan agar bisa lebih memahami Islam lebih baik.

Terkait dengan hal itu, KKN Kelompok 77 UIN Walisongo Semarang terketuk menyelenggarakan webinar dengan tema: “Moderasi Beragama di Tengah Pandemi” yang telah terselenggara secara virtual, Sabtu (10/10) bulan lalu.

Hadir sebagai narasumber, Ketua Jurusan di Prodi Aqidah Filsafat dan dosen pada Fakultas Ushuludin dan Humaniora, Muhtarom, M.Ag.

Islam rahmatan al alamin

Dalam presentasinya, ia menjelaskan Islam yang tak hanya sebagai agama yang hanya cukup dipelajari saja. Menurutnya, Islam menyebarkan misi yang sangat penting, rahmatan al alamin. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (makhluk hidup).

”Sebagai rahmatan al alamin, tentunya Islam mempunyai karakteristik yang membedakan dengan agama yang lain. Karakteristik itu yakni, Islam sesuai fitrah”, ujar Muhtarom.

“Islam menyesuaikan dengan fitrah manusia yang ingin sealu berbuat kebaikan. Bisa juga dikatakan, Islam adalah agama yang lurus. Karakteristik selanjutnya, Islam sebagai agama yang bersifat moderat, di tengah-tengah antara dunia dan akhirat. Tidak condong pada salah satunya”, jelasnya lebih lanjut.

Muhtarom juga mengungkap beberapa hal, yang termasuk rambu-rambu moderasi. Yakni, pemahaman Islam secara komprehensif,  keseimbangan antara ketetapan syariah dan perubahan zaman, pengakuan pada hak-hak monoritas, dan masih banyak lagi.

Sebagai kata penutup, Muhtarom memberikan pesan agar semua dapat menjalankan kehidupan ini secara moderat.

“Keseimbangan dalam hidup akan mengantarkan seseorang menjadi lebih mudah dan bahagia”, pungkasnya (*).

Related Articles

Back to top button