fbpx
Lewat ke baris perkakas
Kabar Indonesia

Webinar BKPM-IKA Plano Undip, Wihaji: KIT Prospek Buka Lapangan Kerja Skala Besar

SEMARANG, energibangsa.id – BKPM bekerja sama dengan IKA Undip DPD Jakarta dan IKA Planologi Undip, menggelar webinar yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom dengan tema “Prospek Ekonomi Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang”, Kamis (1/10/20) siang.

Forum webinar dengan nama “Beranda Diponegoro E-Talks Series” ini dihadiri lebih dari 90 peserta.

Hadir sebagai pembicara webinar, Bupati Batang: Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd, Komisi A DPRD Jawa Tengah: Mohammad Saleh, ST, Direktur PI Kemenperin Ignatius Warsito, Direktur Strategi Korporasi PT PP (Persero) Yul Ari Pramuraharjo.

Sebagai keynote speech Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, dan welcome speech Dr. Noor Rachmad, MH.

Sementara Wakil Ketua IKA Undip DPD DKI Jakarta Koeshartanto Koeswiranto bertindak sebagai moderator.

Awal rencana pembangunan KIT Batang

Proyek pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang ini tidak terlepas dari arahan Presiden Joko Widodo.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu dalam pidatonya di Batang, Jokowi menyampaikan bahwa akan membuat Kawasan Industri Terpadu (KIT) di Kabupaten yang baru berumur 54 tahun ini.

“Kenapa kita buat kawasan industri di Batang, hanya 1 (satu) jawabannya. Kita ingin membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya”, ujar Wihaji mengutip dari pidato Jokowi.

Wihaji juga menyampaikan bahwa tahap perencanaan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang sudah selesai per tanggal 1 Oktober 2020 dan hanya tinggal proses pelaksanaannya. 

Faktor unggul KIT Batang

Lebih lanjut, ia mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi keunggulan pembangunan Kawasan Industri Terpadu di Batang.

Faktor tersebut antara lain: lokasi strategis, terintegrasi akses tol trans Jawa dan Double Track Kereta Api, terintegrasi pelabuhan, tenaga kerja terampil dan kompetitif, infrastruktur terintegrasi (air listrik gas telco), berkonsep smart and sustainable industrial estate, dan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah.

“Selain cipta lapangan kerja dan harga yang kompetitif, nanti semua akan dibiayai negara, biar murah, nanti di gratiskan dulu”, ujar Wihaji.

Di tengah wabah COVID-19 ini, harus tetap berusaha untuk menumbuhkan perekonomian nasional. Wihaji yakin dampak dari cipta lapangan kerja ini akan berdampak positif pada perekonomian.

“Rumusan saya sederhana, selama ada investasi pasti ada pekerjaan, kalau ada pekerjaan berarti ada uang, kalau ada uang berarti ada daya beli, ketika ada daya beli pasti ekonomi akan naik”, tegas Wihaji.

Visi KIT Batang

KIT Batang sendiri, lanjut Wihaji, memiliki konsep yang dianalogikan sebagai “Flower, Bee, and Honey”.

Konsep ini menggambarkan KIT Batang ibarat bunga yang sedang ditanam dan kemudian akan mengundang para “lebah” dari seluruh dunia untuk datang, setelah itu kita akan menikmati madu yang dihasilkan.

“Dan ketika nanti lebahnya datang, saya yakin itu akan menghasilkan banyak madu dan impactnya tidak hanya di Batang namun kemana-mana,” jelas Wihaji.

Dampak positif KIT Batang

Di sisi lain, Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito yang turut menjadi narasumber juga menyampaikan prospek ekonomi dari pembangunan KIT Batang ini.

“Jika ini sudah jadi, bisa kita bayangkan Jawa Tengah akan menjadi basis produksi tekstil kedepannya dengan menerapkan konsep industri 4.0”, jelas Warsito.

Strategi pengembangan industri Jateng

Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh, ST juga menyampaikan strategi pengembangan daya saing sektor industri Jawa Tengah. 

Strategi tersebut meliputi UMK Jawa Tengah yang kompetitif, pengembangan industri strategis, pengembangan industri hulu berbasis sda (pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan), pengendalian ekspor bahan mentah dan sumber energi, integrasi (forward & backward linkage) industri besar-menengah-kecil, kerjasama internasional. (buddy/EB).

Related Articles

Back to top button