Kabar IndonesiaKita IndonesiaNasional

Water Canon lebih Cocok Untuk Pemadaman Karhutla, Bukan Kemerdekaan

ENERGIBANGSA.ID – Aksi heroik mahasiswa memegang bendera merah mutih yang melaksanakan aksi turun ke jalan menimbulkan decak kagum di kalangan masyarakat.

Suasana di depan gedung DPRD Jawa Barat memanas setelah terjadi kericuhan antara aparat kepolisian dan mahasiswa. Diduga kericuhan ini terjadi akibat adanya provokasi dari kelompok tertentu. Polda Jabar pun masih menyelidiki kasus ini.

Dalam aksi menyuarakan aspirasi rakyat yang menolak pengesahan berbagai macam Revisi UU menyebabkan korban luka-luka bermunculan. Korban ini tidak hanya dari kalangan mahasiswa unjuk rasa, tapi juga dari aparat kepolisian.

Aksi ini berawal ketika oknum mahasiswa yang terprovokasi mulai melempari batu kedalam gedung DPRD Jabar. Setelah melewati baku hantam dengan aparat, akhirnya para unjuk rasa berhasil masuk ke dalam gedung DPRD.

Aparat polisi tak tinggal diam, mereka berupaya mendorong mundur mahasiswa dengan menembakan water canon. Namun upaya ini tidak membuat masa berbalik arah. Sebaliknya, masa masif bergerak untuk memasuki gedung DPRD.

Dalam peristiwa ini ada satu aksi heroik yang dilakukan oleh pengunjuk rasa yang terekam dalam sebuah video. Video ini kemudian viral di berbagai media sosial instagram dan twitter.

Video ini pertama kali di unggah oleh akun Twitter @maudipeluk sebelum akhirnya menuai banyak komentar dari warganet. Video dengan captionMas who holding our flags (merah-putih), I Stan” ini menunjukan seorang mahasiswa yang membentangkan bendera merah putih saat demonstrasi di depan gedung DPRD Jabar.

https://twitter.com/maudipeluk/status/1176412173641211904?s=20

Mahasiswa tersebut tetap berdiri tegap dan memastikan bahwa sang saka merah putih tak terjatuh ke tanah meski bekali-kali di semprot water canon oleh aparat.

Aksi heroik ini mengundang banyak simpati masyarakat yang dituangkan di kolom komentar. Berikut beberapa komentar masyarakat dalam dunia maya telah dirangkum oleh Tim Energi Bangsa.

“Kepada mas yang memegang bendera merah putih, semoga apa yang anda perjuangkan dan bela hari ini, Allah catat sebagai amal ibadahmu kelas. Amiin,” dilontarkan akun @Nnitnit_73.

Cuitan simpatis pun datang dari akun twitter @fifi_Ffy “Terharu banget gue :”) sekokoh itu dia bediri sambil megang bendera.”

Tak hanya megundang simpati, banyak pula yang mencibir aparat karena menembakkan mahasiswa tersebut dengan water canon, seperti yang ditulis akun @HerrisSPIRIT “OMG makan satu sama lain. Tidak ada toleransi, polisi macam apa. Kan mahasiswa Cuma menyampaikan pendapat (hak seorang warga negara) lah ini apaan. Embarassing.”

Kejadian ini harusnya menjadi pelajaran untuk kita semua, bukan sebagai celah untuk mencibir atau menyalahkan satu sama lain. Baik polri maupun mahasiwa masih sama sebagai rakyat.

Sebagai mahasiswa sebaiknya menyampaikan aspirasi dengan intelek tidak mudah terprovokasi. Begitupun dengan aparat polisi untuk tidak berlaku semaunya.

  • Artikel ditulis oleh Siti Nurhayati, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro.

Related Articles

Back to top button