bca
bukti serah terima uang tertinggal di ATM (doc pribadi)
Pojok BangsaRagam Bangsa

Warga Semarang Ini Temukan Uang di ATM BCA dan Mengembalikan pada Pemiliknya, Bukti Kebaikan Masih Ada

0

ENERGIBANGSA.ID – Tidak banyak kejujuran yang bisa kita temu di era sekarang, apalagi di tengah krisis sosial yang melanda bangsa ini. Namun agaknya warga Semarang bisa ikut tersenyum bangga, karena ada salah satu warganya yang jujur dan bijaksana.

Adalah Budi Prasetyo, warga Semarang yang menggunakan nickname Boedhipras di media sosial facebook. Melalui grup FB MIK SEMAR (Media Informasi Kota Semarang) ia mengumumkan bahwa ia dan istrinya telah menemukan sejumlah uang tunai yang tertinggal di ATM Bank BCA.

“Assalamualaikum wr.wb. Sebelumnya terima kasih buat admin yg sdh share postingan ini. Menindaklanjuti postingan tadi malam saya mengenai penemuan uang di mesin atm, sampai dengan jam 12 siang hari ini tdk ada yg menghubungi saya, maka saya putuskan untuk menyelesaikan (memberikan uang sejumlah Rp.2.500.000,-) dengan pihak bank BCA cabang Pemuda yang dibantu oleh CS Dewi. Kata CS akan ditelusuri dan dihubungi orangnya yg diduga pemilik uang tsb,” tulisnya di grup facebook kebanggaan warga Semarang itu.

nampak seorang CS Bank BCA bernama Dewi, yang dipasrahi Boedhipras untuk melacak dan mengembalikan sejumlah uang pada pemiliknya (foto: pribadi)

“Semoga uang tsb dapat diterima kembali oleh orang yg berhak.
Pastinya saya posting ini tidk utk mencari sensasi spt apa yg dikomen sebelumnya.. saya semata2 ingin mengembalikan kpd yg berhak,”
lanjutnya.

“Semoga masyarakat Semarang lebih bertoleransi lagi dalam segala bidang, lbh bermartabat. SEMARANG HEBAT! Semoga semua anggota grup selalu diberi kesehatan, dilimpahkan rejekinya,, dimudahkan segalanya.. AMIIN
Wassalamualaikum wr.wb.,”
pungkasnya.

Tuai Banyak Pujian

Sontak postingan akun bernama Boedhipras itu pun mengundang pujian dari banyak pihak. Sampai saat ini tecatat sudah dibagikan lebih dari 10 kali, dikomentari oleh ratusan netizen dan lebih dari 2,5 ribu like mendarat di postingan tersebut.

Ulfa A. Setiawan, anggota grup MIK SEMAR turut bangga dan memuji langkah positif yang dilakukan warga Ngaliyan itu.

“Merasa ikut bangga semoga masih n terus ada orang yg jujur n orang baik disekitar kita dan itu semua bisa dimulai dr diri kita sendiri..berbuat baik kpd orang lain sejatinya berbuat baik utk diri kita sendiri juga ” tulisnya di kolom komentar.

Netizen bernama Papap Fara pun memuji aksi heroik itu. “tebarkan trus kebaikan di media sosial jangan takut di bilang cari sensasi, pencitraan dll.. karna kebaikan itu harus awali dari diri sendiri.. dan kebaikan sejatinya akan di balas dengan kebaikan yang lebih mulia,” pujinya pada Budhipras.

Masih di postingan tersebut, Febri Nugroho, salah satu anggota grup itu juga memberi doa positif.

“Saya doakan anda jadi salah satu pemimpin di negri ini di masa yg akan datang… indonesia butuh orang seperti anda,” tulisnya.

Meski begitu ada beberapa netizen yang mempertanyakan kenapa nominalnya disebut, karena khawatir banyak orang akan mudah mengaku-ngaku.

Sebagai informasi, jika sudah diserahkan pihak perbankan, maka pihak bank bisa melacak si pemilik uang melalui rekaman CCTV, kemudian mencocokannya dengan waktu pengambilan dan jumlah pengambilan, dengan disertai kartu debit (ATM).

Jika masih dirasa kurang valid, pemilik uang bisa membawa baju yang sama ketika mengambil uang di ATM.

Kebaikan yang Melahirkan Kebaikan

Pengamat Psikologi Sosial asal Semarang, Kukuh S. Aji, menyebut bahwa sebuah grup sosial media yang positif juga akan membawa dampak positif anggotanya untuk ikut berbuat positif.

“ketika kebaikan dan kejujuran diapresiasi oleh banyak orang, maka secara psikologis, orang yang melakukan kebaikan dan kejujuran itu akan mempertahankan perilaku baiknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga berpendapat bahwa perilaku baik akun bernama Boedhipras itu juga akan menjadi percontohan positif bagi netizen lainnya.

Kukuh S. Aji mengapresiasi keberadaan grup facebook MIK SEMAR yang dirasa bisa menjadi wadah ‘berbagi’ informasi dan pendapat bagi warga Semarang, untuk menyalurkan aspirasi secara demokratis.

“tidak peduli kaya atau miskin, pendidikan rendah atau tinggi, grup MIK SEMAR menunjukkan egaliter, semua dipandang sama, punya hak untuk berkisah, bertanya, dan mengemukakan pendapatnya,” terangnya.

Semoga kebaikan di atas bisa menjadi pemicu kebaikan-kebaikan selanjutnya, karena kebaikan satu akan selalu melahirkan banyak kebaikan lainnya.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Piala Dunia 2021 Juga Digelar di Semarang?

Previous article

Begini Cara Menonaktifkan BPJS Karena Meninggal Dunia

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pojok Bangsa