fbpx
Daerah

Walikota Semarang Tegaskan Sekolah Dibuka Harus Seizin Orang Tua

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Menanggapi perihal sekolah yang didorong untuk dibuka kembali ditengah masa pandemi COVID-19, Hendrar Prihadi, Walikota Semarang, mengatakan ada persyaratan yang sudah ditentukan kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) yang harus dipenuhi .

Yang pertama, syarat harus dipenuhi jika sekolah akan memulai kembali pembelajaran tatap muka adalah adanya  izin dari orang tua.

 Hal ini merupakan syarat utama dari pembukaan sekolah yang telah ditetapkan oleh Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud).

“Yang paling penting izin dari orang tua siswa. Sekarang dibalik saja, izin dari orang tua nomor satu,” katanya.

Kemudian selain izin dari orang tua, yang kedua, harus ada izin dari satgas penanganan COVID-19 di tingkat Kota Semarang.

Sekolah yang diizinkan dibuka kembali pembelajarannya, kata dia, hanya yang berada di zona kuning atau hijau.

Hendrar Prihadi, Walikota Semarang, saat menemui wartawan. (sumber: antaranews.com)

“Kalau Kota Semarang tidak, tetapi kalau per kelurahan atau per kecamatan bisa,” kata wali kota yang akrab disapa Hendi ini, Senin (31/8).

Selanjutnya, menurut dia, kesiapan sekolah dalam melaksanakan protokol kesehatan di lingkungan lembaga pendidikan tersebut.

Selama berbagai syarat tersebut dipenuhi, pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan tentunya dengan pemberlakukan protokol kesehatan yang ketat serta sejumlah pembatasan.

Ia mencontohkan para guru harus siap jika jumlah siswa yang melaksanakan pembelajaran dibatasi atau dilaksanakan dalam beberapa jam masuk sekolah.

[Baca: Bagi Sembako, Hendi: Jangan Kendor, Pademi Belum Berakhir]

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng mendorong sekolah untuk segera membuka kembali pembelajaran tatap muka di tengah pandemi COVID-19, dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat.

“Biar saya di-‘bully’ tidak apa-apa. Anak-anak butuh pembelajaran tatap muka,” ujar Agustina dikutip dari jateng.antaranews.com.  Menurut dia, siswa membutuhkan tatapan dan sentuhan dari para gurunya.

“Siswa butuh bercanda dengan teman-temannya. Hal tersebut merupakan salah satu upaya menyiapkan siswa untuk menjadi manusia sosial yang baik,” kata politikus PDIP tersebut. (Gilban/EB)

Related Articles

Back to top button