Kabar Indonesia

Walikota Semarang Jamin Penertiban Pasar Peterongan Tanpa Backhoe

ENERGIBANGSA.ID – Pembangunan Kota Semarang semakin apik saja di beberapa tahun belakangan ini. Tak ketinggalan pasar juga menjadi sasaran wajib untuk dibenahi dan ditata termasuk salah satunya pasar Peterongan Semarang.

Umumnya ketika sebuah wilayah dilakukan penertiban atau penataan akan memancing kontra dari masyarakat. Sebab tak jarang terjadi penertiban paksa menggunakan alat berat dalam pelaksanaannya. Guna menghindari gesekan dalam penertiban pedagang yang berjualan di luar Pasar Peterongan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengundang perwakilan pedagang Pasar Peterongan ke kantornya.

Dilansir dari detik.com Hendrar Prihadi menegaskan tak akan melakukan penertiban paksa sampai menggunakan alat berat dalam penataan wilayah sekitar Pasar Peterongan, Kota Semarang. Oleh karena itu, dalam pertemuannya dengan perwakilan pedagang Pasar Peterongan, Ia juga menyampaikan jika tak ingin penataan wilayah sekitar Pasar Peterongan semakin berlarut-larut, maka harus ada komitmen para pedagang untuk segera tertib berjualan dengan menempati area dalam pasar yang kosong.

Tak hanya itu, Hendi juga mempersilakan para pedagang untuk menentukan sendiri tenggat waktu yang dirasa cukup untuk membereskan lapaknya yang ada di luar pasar. Akhirnya batas waktu dua minggu menjadi keputusan akhir untuk para pedagang bisa masuk berjualan ke dalam pasar.

Keputusan Hendi membuka komunikasi dalam melakukan penertiban pedagang pun mendapatkan respon positif dari perwakilan pedagang, salah satunya Budi. Ia merupakan pedagang yang sehari-hari berjualan di area luar Pasar Peterongan. Bahkan dirinya menyampaikan jika pedagang setuju untuk membongkar sendiri lapaknya dan relokasi ke dalam pasar.

Sementara itu, Kus salah satu pedagang lain yang hadir dalam pertemuan tersebut justru meminta agar Pemerintah Kota Semarang serius melakukan penertiban secara menyeluruh termasuk pedagang pasar pagi juga dipindah.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta menuturkan: “Rencana kami untuk pedagang pasar pagi dari Bandungan yang biasanya berjualan sampai jam 06.00 akan dialihkan ke Pasar Banyumanik,” ujar Fravarta.

Related Articles

Back to top button