fbpx
Nasional

Wadidaw, Simak Kejanggalan di Anggaran Kegiatan DPRD DKI Bernilai 580 Miliar Rupiah

SEMARANG, energibangsa.id – Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kementerian Dalam Negeri baru saja menemukan kejanggalan pada kegiatan-kegiatan DPRD pada APBD DKI tahun 2021 senilai 580 miliar rupiah.

Kejanggalan terjadi saat penemuan jenis anggaran yang tiba-tiba muncul pada tahun 2021 dan tidak terdapat di tahun sebelumnya.  Disana tertera anggaran untuk sub-kegiatan oleh para anggota DPRD DKI Jakarta.

“Ada isinya ngaco, kami benahi, belanja gaji tunjangan juga di sini,” kata Bahri di Lantai 9 Gedung H DPRD DKI Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Total Enam Kejanggalan

Total terdapat enam dokumen kegiatan yang tidak memiliki korelasi langsung dengan hasil yang ditinjau dari aspek indikator, tolak ukur, dan target kinerja kegiatan yang diharapkan. Rinciannya sebagai berikut,

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah dengan nilai Rp 5.112.555.027 yang diuraikan dalam subrincian obyek belanja: Belanja pakaian sipil lengkap (PSL); belanja modal peralatan studio audio; belanja modal personal computer; dan belanja modal peralatan komputer lainnya pada Sekertariat DPRD.

Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sebesar Rp 153.649.748.978 yang diuraikan ke dalam obyek belanja: Belanja Gaji dan Tunjangan DPRD pada Sekretariat DPRD.

Perubahan KUA dan perubahan PPAS dengan nilai Rp 2.310.670.340 diuraikan ke dalam obyek belanja: Belanja pakaian sipil harian (PSH); belanja pakaian sipil lengkap (PSL); belanja pakaian dinas harian (PDH); dan belanja pakaian sipil resmi (PSR).

Kegiatan publikasi dan dokumentasi Dewan senilai Rp 350.332.264.769 diuraikan ke dalam obyek belanja: Belanja suku cadang-suku cadang alat kedokteran pada Sekretariat DPRD.

Kegiatan kunjungan kerja dalam daerah senilai Rp 27.272.043.970 diuraikan dalam obyek belanja: Belanja perjalanan dinas luar negeri pada Sekretariat DPRD.

Kegiatan koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas DPRD senilai Rp 41.458.540.986 diuraikan ke dalam obyek belanja: Belanja penghargaan atas suatu prestasi pada Sekretariat DPRD.

Yang mana total keseluruhan anggaran tersebut bila dijumlahkan mencapai menjadi Rp 580.135.824.007 atau 580 miliar rupah. Pihaknya sudah diminta untuk melakukan koreksi, oleh Sekretaris Dewan DPRD DKI sudah mengirimkan surat bahwa kegiatan yang dinilai janggal tersebut akan ditunda pelaksanaannya.

Menurut Bahri, kesalahan tersebut terletak pada input data yang terjadi karena kebijakan nomenklatur baru dari Kemendagri. “Salah rumah, salah penempatan kode anggaran saja karena di 2021 ini sistem baru,” ucap Bahri. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button