Kesehatan

Virus COVID-19 Mampu Bertahan 9 Jam di Kulit, Simak Cara Basminya

SEMARANG, energibangsa.id – Sebuah penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal Clinical Infectious Disease menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan. Pasalnya dari penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Kyoto Prefectural University of Medicine tersebut diketahui jika virus Covid-19 dapat bertahan di kulit selama 9 jam.

Bekerjasama dengan relawan non-pasien Covid-19 dan kulit mayat yang masih dapat digunakan untuk melakukan pencangkokan kulit. Dari hasil penelitian tersebut diketahui jika virus Covid-19 dapat bertahan di kulit selama 9 jam.

COVID-19 Mampu Bertahan 9 Jam di Kulit

Dari durasi waktu tersebut, kemampuan bertahan virus Covid-19 lebih lama. Daripada virus yang menjadi penyebab influenza yang hanya dapat bertahan selama 5 jam.

Hasil tersebut diketahui setelah peneliti melakukan pencampuran sel kulit dengan sampel virus Covid-19 dan virus influenza A. Dari pencampuran tersebut diketahui jika virus flu dapat bertahan hidup selama kurang lebih 1,8 jam di kulit sementara virus Covid-19 bertahan selama 9 jam.

Namun kedua virus tersebut dicampurkan dengan lender dari sampel saluran pernapasan bagian atas. Maka diketahui jika virus Covid-19 bertahan selama 11 jam. Jauh lebih lama daripada virus flu yang hanya bertahan selama 1,69 jam.

Hasil penelitian tersebut memperlihatkan jika bertahannya virus Covid-19 dengan durasi waktu yang cukup lama maka mengharuskan untuk selalu menjaga kebersihan tangan dan juga tubuh. Terlebih apabila setelah memegang benda-benda yang berada di luar rumah.

“Hasil ini menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 memiliki stabilitas yang lebih tinggi pada kulit manusia dibandingkan dengan (virus influenza A),” tulis para penulis riset dikutip dari Kumparan.

Lalu bagaimana cara membasmi virus Covid-19 yang sudah terlanjur menempel?

Simak Cara Basminya

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) menyarankan untuk menggunakan antiseptik yang memiliki kandungan alcohol sebesar 60 – 95%. Dari hasil riset, penggunaan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 80% dapat membantu membunuh virus dalam waktu 15 detik.

Selain itu masyarakat juga dianjurkan untuk sering mencuci tangan selama 20 detik menggunakan sabun dan air secara menyeluruh. Peneliti juga terus menekankan untuk selalu mengenakan masker kapanpun dan dimanapun. Tentunya dengan masker yang telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Bagi yang memiliki masalah paru-paru juga tak perlu khawatir. Menggunakan masker bedah yang selama ini dinilai tidak aman menunjukkan hal yang sebaliknya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh 15 dokter sehat dan 15 veteran militer yang memiliki kondisi paru-paru sudah rusak selama 6 menit. Cara dari penelitian tersebut dilakukan dengan menghitung kadar oksigen sebelum dan sesudah berjalan mengenakan masker.

Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut menunjukkan jika dokter dalam kondisi sehat. Maupun pasien yang memiliki penyakit paru-paru rusak tidak memperlihatkan perubahan yang signifikan dalam pengukuran pertukaran gas setelah tes berjalan selama 30 menit.

Mengutip dari jurnal Thorax, para peneliti mengambil kesimpulan jika penyebab dari ketidaknyamanan saat mengenakan masker. Karena pada saat menggunakannya dapat menimbulkan iritasi saraf wajah yang sensitif, menghangatkan udara yang dihirup atau memicu claustrophobia.

[Tata/EB/Kumparan].

Related Articles

Back to top button