fbpx
Daerah

Viral Video Ganjar Marah di Kantin DPRD, Begini Sindiran Bambang Krebo …

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Unggahan video Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang marah saat melihat kerumunan PNS dan tamu yang sedang makan dan minum di Kantin DPRD Jateng mendadak viral di media sosial Tweeter yang diunggah oleh akun @gus_raharjo pada hari Senin (21/9).

Rupanya video itu juga ramai mendapat tanggapan dari netizen. Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto melihat video itu mengatakan maklum atas apa yang dilakukan gubernur. Bambang bahkan menilai upaya tersebut dinilai bagus mengingat mayoritas yang sedang berada di kantin tersebut adalah ASN Pemprov Jateng.

“Saya bisa memahami apa yang dilakukan gubernur Ganjar karena ASN Pemprov menjadi tanggung jawab kepala daerah,” ungkapnya saat diminta tanggapan atas viralnya video tersebut.

Kendati demikian Krebo meminta agar gubernur bijak dalam mengingatkan pengunjung yang sedang berada dalam kantin. Harusnya tak perlu marah secara berlebihan, mengingat berdasar pantauan pihaknya dari video tersebut, pengunjung sudah duduk dengan berjarak.

Lebih lanjut, Ketua DPRD menyebut pembinaan pengelolaan kantin juga berada di pihak eksekutif. Sebaiknya tidak hanya kantin yang berada di lingkungan DPRD Jateng saja yang diingatkan tetapi kantin-kantin lain yang berada lingkungan Pemprov Jateng juga dilakukan pembinaan agar pengunjung bisa menjaga jarak.

“Selama ini pengelola kantin saya lihat sudah mengatur kursi dengan berjarak sekitar 1 meter, jadi sudah berjarak. Mungkin pengunjung ada yang menggeser kursi sehingga terjadi kerumunan,” katanya.

Ganjar dan kerumunan wartawan

Pada momen yang lain usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jateng di lantai 4 Gedung Berlian, Gubernur Ganjar Pranowo terlihat diwawancara oleh puluhan wartawan dari berbagai media. Foto yang berkembang di kalangan Anggota DPRD Jateng memperlihatkan wartawan tidak berjarak dan berkerumun. Namun demikian Ganjar tidak mengingatkan atau bahan membubarkan kerumunan tersebut.

“Itu malah di depan mata gubernur. Harusnya wartawan diingatkan untuk jaga jarak tidak berkerumun. Ini agar tidak terkesan membeda bedakan,” pintanya. (*)

Related Articles

Back to top button