fbpx
Nasional

Viral! Turis di Bali Langgar Prokes Kena Sanksi, Tak Pandang Bulu!

BADUNG, BALI, energibangsa.id—Bali memang surganya para bule alias turis asing. Tapi kalau mereka bandel, tetap saja harus kena sanksi yang sama.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19, siapapun harus taat aturan & protokol kesehatan. Pasalnya, banyak pelaku wisata sangat terpukul atas Corona. Sementara pandemi tak kunjung berakhir.

Melansir detikTravel, Bali tetap saja diminati para bule yang memang sedang tinggal dan berlibur. Di Kabupaten Badung, misalnya, mereka ogah cabut ke negaranya dan memilih bermain air di Pantai Kuta dan Seminyak.

Kasus pelanggaran tinggi

Tapi ternyata, banyak bule-bule ‘ndableg’ yang melanggar ptotokol kesehatan. Pihak berwajib mencatat pelanggaran terbanyak di Bali yaitu 8.864 pada pekan lalu.

“Kebanyakan karena ada yang tidak bawa masker, tidak memakai masker dengan benar. Kemudian ada juga perusahaan [restoran atau pariwisata] yang tidak menyiapkan protokol kesehatan,” kata Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Kerta Suryanegara.

Walau sebagian besar pelanggar protokol kesehatan adalah warga Indonesia, Agung mengatakan 80 persen dari jumlah pelanggar yang kena denda adalah warga asing, asal dari Eropa.

Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diberlakukan di Jawa dan Bali telah mewajibkan tempat umum, seperti pusat perbelanjaan dan restoran, untuk tutup pukul 21:00 waktu setempat.

Namun, di Bali sempat beredar video warga asing yang terlibat dalam argumen dengan pihak keamanan. Bule tersebut menolak untuk meninggalkan restoran ketika seharusnya sudah tutup.

Akan ditindak tegas

Dua minggu lalu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan karena banyaknya warga asing yang sulit diatur pemda akan mengambil langkah lanjutan.

“Turis yang tidak memakai masker tidak akan diizinkan masuk ke tempat wisata dan restoran,” ujarnya.

“Jadi mereka tidak akan dilayani kalau tidak memakai masker,” imbuhnya.

“Ini keputusan kami … karena sudah banyak pelanggaran yang dilakukan turis asing di Bali,” tandasnya. (*)

Related Articles

Back to top button