fbpx
Nasional

Viral Pemobil Ditilang, Perlukah Pakai Masker Saat Nyetir Sendirian?

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Beberapa waktu lalu sempat viral video yang memperlihatkan aksi penegak hukum yang menindak warga DKI Jakarta. Karena tidak menggunakan masker dalam mobil. Dalam video yang beredar di media sosial tersebut, terlihat banyak warga yang memprotes kebijakan soal ketentuan bermasker di dalam mobil pribadi.

Ketentuan memakai masker di dalam mobil sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Pada ayat (4) dijelaskan bahwa masyarakat yang menggunakan mobil pribadi diwajibkan memakai masker.

Berikut bunyi ketentuannya:

Pasal 18

(4) Pengguna kendaraan mobil penumpang pribadi diwajibkan untuk mengikuti ketentuan sebagai berikut:

a. digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB;

b. melakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan;

c. menggunakan masker di dalam kendaraan;

d. tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit.

e. membatasi kapasitas angkut mobil penumpang perseorangan paling banyak untuk 2 (dua) orang per bans kursi, kecuali dengan penumpang berdomisili di alamat yang sama.

Untuk mengurangi resiko penyebaran virus COVID-19, setiap warga DKI Jakarta diwajibkan untuk menggunakan masker. Dengan cara yang tepat yakni menutup hidung, mulut, dan dagu saat bepergian keluar rumah dan berkendara. Apabila melanggar ketentuan tersebut, mereka akan dikenakan sanksi sosial selama satu jam atau denda paling banyak Rp 250 ribu dan dilakukan secara berjenjang.

“Pelanggaran pertama, pelanggaran kedua dendanya menjadi lebih tinggi. Denda untuk masker Rp 250 ribu, bila berulang menjadi Rp 500 ribu dan seterusnya,” tutur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu.

Menanggapi soal peraturan tersebut, ahli paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, resiko penularan Corona saat sendirian di dalam mobil terbilang sangat kecil. dr Erlang menegaskan selama tidak ada orang lain di sekitar berarti aman dari paparan.

Dikutip dari detikcom, Kamis (17/9/2020), “Paparan virus dari orang jadi bila tidak ada orang lain berarti tidak ada paparan. Jadi aman kalau nggak ada orang lain,” sebut dr Erlang saat dihubungi. (buddy/EB/detikcom).

Related Articles

Back to top button