fbpx
Nasional

Vaksin COVID-19 Tiba Akhir Tahun, Simak 6 Faktanya

ENERGIBANGSA.ID (Jakarata) — 30 juta dosis vaksin COVID-19 tengah disiapkan oleh Pemerintah Indonesia. 

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengusulkan dua skema pemberian vaksin tersebut.

Bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) rencananya akan mendapatkan vaksin COVID-19 secara gratis. Namun kata Erick, hal tersebut tidak keseluruhan dilihat dari tingkat daya beli peserta BPJS.

Sebab, ia melanjutkan, budget pemerintah dari Anggaran Pendapat dan Belanja (APBN) negara juga terbatas akibat penurunan ekonomi global yang membuat pendapatan negara turut menuru.

Sementara, untuk masyarakat yang dirasa mampu, Vaksin tersebut bila memungkinkan diusulkan didapat dengan biaya mandiri.

Tim energibangsa.id pun mencoba merangkum fakta-fakta terkait perkembangan vaksin yang akan diberikan oleh pemerintah pada awal  2021 ini. Berikut adalah fakta-faktanya yang dihimpun dari berbagai sumber:

1.Lima Belas Juta Rakyat

Pemerintah memastikan bantuan 30 juta dosis vaksin COVID-19 akan didatangkan pada akhir 2020. Vaksin tersebut rencananya diberikan kepada 15 juta rakyat Indonesia.

2.Asal Vaksin COVID-19 di Indonesia

Erick Thohir mengatakan, 30 juta vaksin tersebut diperoleh dari perusahaan G42 asal Uni Emirat Arab (UEA) dan perusahaan Sinovac asal China. Dia bilang, jutaan dosis vaksin ini merupakan hasil negosiasi pemerintah Indonesia dengan kedua negara tersebut.

3.Satu Orang Disuntik Vaksin 2 Kali

Mantan Pengusahan ini pun juga mengatakan bahwa pembagian vaksin yang nantinya diberikan kepada masyarakat, di mana, vaksin akan disuntik sebanyak dua kali kepada satu orang. Selain itu, vaksin diberikan dalam jeda waktu dua minggu.

4.Dua Skema Pemberian Vaksin

Erick menyebut terdapat dua skema pemberian vaksin COVID-19 kepada masyarakat. Bagi peserta BPJS Kesehatan, vaksin COVID-19 akan diberikan secara gratis, di mana, anggarannya ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Sementara skema kedua yakni, vaksin COVID-19 secara mandiri, di mana kelompok masyarakat yang bukan peserta BPJS Kesehatan bisa melakukan vaksin COVID-19 secara mandiri dengan menggunakan dana pribadi.

5.Peserta BPJS Dapat Vaksin Grastis

Pemerintah akan memberikan vaksin COVID-19 kepada sejumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada awal tahun 2021.

Penyuntikkan vaksin COVID-19 merupakan kelanjutan dari pemberian 30 juta dosis vaksin kepada masyarakat yang direncanakan dilakukan pada akhir tahun ini.

6.Orang Kaya Bayar Vaksin

Bagi kelompok masyarakat yang bukan peserta BPJS Kesehatan bisa melakukan vaksin secara mandiri dengan menggunakan dana pribadi. Usulan ini berangkat dari upaya pemerintah mengurangi kebutuhan APBN yang selama ini defisit anggaran terus melebar.

“Kami juga mengusulkan masyarakat bisa membayar vaksin mandiri untuk yang mampu, untuk memenuhi kebutuhan APBN kita juga. Tapi dengan tingkat kemampuan bayar berapa, itu nanti mandiri,” ujar Erick.

Demikian sobat energi, 6 fakta terkait vaksin COVID-19 yang akan didatangkan pada tahun akhir 2020 dan diberikan awal tahun 2021. Semoga aja vaksin ini menjadi titik terang dari pandemi ini dan pandemi ini cepet akhir. Aamiin… [Gilban/ EB]

Related Articles

Back to top button