fbpx
Ekonomi & Bisnis

Usai Tuban, Mana Lagi Proyek yang Bisa Bikin Kaya Mendadak; Sekampung Beli Mobil?

SEMARANG, energibangsa.id—PT Pertamina (Persero) memiliki mega proyek strategis bernilai US$ 43 miliar atau sekitar Rp602 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per US$) yakni mega proyek kilang minyak dan petrokimia, demikian ditulis CNBC, Jumat (19/2/2021) lalu.

Proyek ini terdiri dari kilang bahan bakar minyak (BBM), petrokimia, hingga kilang pengolahan minyak sawit (Crude Palm Oil/ CPO) menjadi bahan bakar (biorefinery).

Ada 10 proyek yang akan dibangun

Berdasarkan data terbaru Pertamina, setidaknya ada 10 proyek kilang dan petrokimia yang akan dibangun ini.

Bila keseluruhan proyek ini berjalan, maka tentunya akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional, maupun daerah.

Selain akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, ini juga bisa memajukan perekonomian daerah setempat proyek ini berada.

Sebut saja proyek kilang baru di Tuban, yang digarap Pertamina bersama perusahaan minyak asal Rusia, Rosneft.

Efek ganda (multiplier effect)?

Meski proyek ini belum dibangun secara fisik, bahkan baru sampai tahap pembebasan lahan.

Namun ini malah membuat warga setempat kebanjiran rezeki dengan adanya uang ganti rugi dari pembebasan lahan untuk Kilang Tuban ini.

Seperti diketahui, beberapa hari ini media sosial dihebohkan dengan ratusan mobil dibeli oleh satu desa di Tuban, tepatnya di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

BACA JUGA: “Kampung Milyarder di Tuban, Sekampung Borong Mobil Ramai-ramai dapat Rejeki Nomplok dari Uang Penggantian Lahan Proyek Pertamnina, Simak!”

Menjadi tak biasa karena dalam unggahan video yang ditayangkan dalam akun Instagram @undercover.id tersebut menyebutkan bahwa warga desa memborong mobil baru usai terima ganti rugi lahan kilang minyak.

“Warga ramai-ramai membeli mobil baru usai terima uang ganti rugi lahan kilang minyak Desa Sumurgeneng, Kec.Jenu, Kab.Tuban Jawa Timur,” demikian isi unggahan dalam akun Instagram @undercover.id, yang ditayangkan hari ini, Selasa (16/02/2021).

Ramai-ramai borong mobil

Mengutip detikcom, Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto, membenarkan peristiwa tersebut.

Warga beramai-ramai memborong mobil baru usai menerima uang ganti rugi pembebasan lahan untuk pembangunan kilang minyak, dari Pertamina dan Rosneft.

Tanah warga dibayar dengan harga Rp600 ribu sampai Rp800 ribu per meternya.

Ia menambahkan, uang yang diterima warga terbilang banyak, sehingga mereka memutuskan membeli mobil, yang bisa digunakan untuk sehari-hari.

“Sampai sekarang sudah ada sekitar 176 mobil baru yang datang. Terakhir kemarin ada 17 mobil baru,” kata Gihanto, Selasa kemarin (16/2/2021).

Menurutnya, rata-rata warga mendapatkan uang ganti rugi pembebasan lahan oleh Pertamina Rp8 miliar. Lalu, ada warga dengan kepemilikan lahan 4 hektare yang menerima Rp26 miliar.

Selain proyek Kilang Tuban ini, mana lagi proyek kilang Pertamina yang bakal memberikan rezeki nomplok bagi warga lokal?

Proyek Petrochem Jabar

Berdasarkan data Pertamina, saat ini perseroan tengah memproses pembebasan lahan untuk pabrik petrokimia Jawa Barat atau disebut dengan proyek Petrochem Jabar.

Lahan tahap 1 disebutkan dalam proses revisi penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) oleh Dewan Penilai (MAPPI) dan target tuntas pada Februari 2021 ini.

Seperti diketahui, KJPP ini berperan untuk menilai besaran uang ganti rugi yang layak bagi warga yang dibeli lahannya.

SIMAK JUGA: Viral Warga Satu Kampung Beli Mobil Ramai-ramai, Simak Selengpanya Disini!

Lalu, untuk pembebasan lahan tahap 2 telah dilakukan penandatanganan Surat Keputusan (SK) tentang penentuan lokasi oleh Gubernur Jawa Barat pada 27 Desember 2020.

Pre studi kelayakan (Feasibility Study/ FS) pun telah dilakukan pada 8 Januari 2021 dan kini tengah proses negosiasi untuk pembentukan usaha patungan (JV).

Proyek Petrochemical Jabar ini ditargetkan menghasilkan 1 juta ton per tahun ethylene cracker dan ditargetkan beroperasi pada 2027 mendatang. (cnbc)

Related Articles

Back to top button