fbpx
Kabar Daerah

Usai Operasi Cesar oleh RS di Semarang, Istri Lumpuh dan Anak Meninggal, Begini Kronologi Selengkapnya!

SEMARANG, energibangsa.id—Kisah memilukukan ini dialami oleh seorang suami bernama Jevry Christian Harsa (24).

Sang istri lumpuh dan anak yang dilahirkannya meninggal diduga akibat salah dalam penanganan rumah sakit (RS) di Semarang.

Kini Jevry mengadukan sebuah rumah sakit (RS) di Semarang ke polisi.

Begini duduk perkaranya

Dilansir dari detikcom, Minggu (21/2/2021), kuasa hukum Jevry, Iput Prasetyo Wibowo, mengatakan awalnya Jevry membawa sang istri (Ningrum Santi) ke rumah sakit di Semarang.

Jevry membawa istrinya untuk persalinan anak pertamanya. Lalu, Ningrum menjalani operasi cesar. Dokter pun sudah mengungkapkan semua dalam kondisi baik sebelumnya.

“Kamis, 28 Mei 2020 sekitar pukul 12.00 WIB pasien atas nama Ningrum Santi menjalani operasi cesar di RS Hermina. Sekitar satu jam kemudian klien kami mendapatkan kabar istrinya mengalami henti jantung. Berdasarkan keterangan klien kami, henti jantung itu disebabkan oleh tindakan penyuntikan yang dilakukan tim dokter,” kata Iput, Selasa (16/2/2021), seperti ditulis detikcom.

Jevry diijinkan melihat kondisi bayinya. Namun menurutnya, bayi laki-lakinya itu sudah mengalami kesulitan bernapas dan membiru.

Ibu dan bayi kemudian dibawa ke ruang ICU/NICU. Sang bayi meninggal dunia sehari kemudian dan ibunya lumpuh sejak pasca melahirkan.

“Selama tidak sadarkan diri, istri klien kami atau pasien mengalami penurunan daya tahan tubuh.Tidak mampu menggerakkan tubuh atau lumpuh, penyusutan massa otot. Serta perlambatan kemampuan otak. Informasi ini disampaikan oleh dokter,” ujarnya.

Permintaan RS

Pada 31 Desember 2020, pihak rumah sakit akhirnya meminta agar Ningrum dirawat di rumah. Tujuannya, untuk mengganti suasana baru.

Iput menjelaskan pihak rumah sakit berjanji akan melakukan kunjungan dua kali seminggu. Namun ternyata hanya seminggu sekali.

“Sekarang bahkan dua minggu sekali,” tegasnya.

Jevry mengambil langkah hukum dengan mengadukan ke Polda Jawa Tengah pada Juni 2020. Ia ingin keadilan dan yang terpenting menurutnya adalah kesembuhan istrinya.

“Selama menjalani perawatan di rumah maupun rumah sakit, pihak kuasa hukum sudah melakukan upaya mediasi namun tidak ada titik temu,” tegas Iput.

“Semenjak istri saya lumpuh, saya tidak bisa bekerja, istri saya juga tidak bekerja. Biaya yang dikeluarkan selama ini sekitar Rp250 juta. Saya berharap istri saya bisa sembuh,” imbuh Jevry.

Dimintai keterangan terkait kasus itu Selasa (16/2/2020), pihak rumah sakit belum memberikanrespon apapun.

Dan ketika didatangi ke rumah sakit hanya bisa sampai petugas keamanan.

Hasil penyelidikan Polda

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah Asep Mauludin mengatakan terkait aduan itu kedua belah pihak sudah dimintai keterangan untuk bekal penyelidikan dan gelar perkara.

“Kita masih penyelidikan, sudah beberapa bulan kan ini. Sudah ada yang kita mintai keterangan. (Pihak rumah sakit dimintai keterangan) Iya sudah. Rangkaian kegiatan penyelidikan baru hasilnya untuk gelar nanti,” kata Asep, Selasa (16/2/2021) lalu.

Lantas bagaimana hasilnya? Tentu Jevry, keluarga dan kita semua sedang menanti hasil penyelidikan kepolisian. Yang terpenting, Jevry tetap tabah dan kuat menjalani cobaan ini, ya? (*)

Related Articles

Back to top button