fbpx
Daerah

Upaya Pencegahan Covid-19, Pemkab Magelang Bagikan Thermo Gun ke Setiap Dusun

ENERGIBANGSA.ID (Kabupaten Magelang) — Sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19. Pemerintah Kabupaten Magelang akan membagikan thermo gun pada setiap dusun yang ada di wilayah Kabupaten Magelang.

Bupati Magelang Zaenal Arifin, Kamis (10/9), mengatakan bahwa pemerintah melakukan pembagian thermo gun ke seluruh dusun. Dan juga pondok-pondok pesantren di Kabupaten Magelang sebagai upaya untuk pencegahan Covid-19. Sebab, alat ini menjadi suatu syarat dalam protokol Covid-19.

“Ini sebagai upaya pencegahan, seandainya ada yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat celcius. Bisa segera dilakukan langkah-langkah kesehatan dengan menghubungi dinas kesehatan atau puskesmas terdekat untuk langkah antisipasi,” tutur Zaenal.

Pembagian masker

Tak hanya membagikan thermo gun, Pemkab Magelang juga membagikan masker kepada masyarakat.

“Sesuai instruksi Presiden melalui Mendagri kita juga membagikan masker melalui tim penggerak PKK dengan gerakan 1 juta masker yang diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Upaya pencegahan

Zaenal menyampaikan, Pemkab Magelang sedang mencoba untuk mengkomunikasikan kepada pemerintah pusat untuk memohon ambulan atau mobil PCR sebagai upaya pencegahan.

“Diharapkan dengan fasilitas tersebut, kita bisa melakukan tracing dengan cepat, langsung dilakukan tes usap. Kemarin, kita sudah berkomunikasi dengan BNPB, mungkin tidak diberikan mobil tapi bisa diberikan alatnya,” kata Zaenal.

Oleh sebab itu, harus ada persiapan pelatihan SDM dari dinas kesehatan untuk pembelajaran dan nantinya bisa berkomunikasi dengan RSJ Magelang yang telah mendapat bantuan peralatan dari BNPB.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto sesuai perintah bupati setiap dusun mendapat satu thermo gun, di Kabupaten Magelang ada sekitar 2.700-an dusun.

Untuk pembagian masker, ia mengatakan, sesuai dengan arahan Kemendagri melalui PKK untuk menggebrak masker dan pembiayaannya oleh APBDes sebagai upaya membangun kemandirian.

“Melalui kemandirian ini orang akan lebih merasa memainkan peran, tidak hanya menerima sehingga dengan demikian masyarakat lebih aktif, PKK dan ibu-ibu dipercaya lebih efektif untuk sosialisasi penggunaan masker,” jelasnya.

Ia juga menuturkan bantuan thermo gun dapat dimanfaatkan saat ada kegiatan dusun seperti upacara adat atau yang lainnya.

“Antar dusun bisa bekerja sama sehingga dalam suatu acara pertemuan tersebut tidak hanya satu thermo gun, tetapi bisa meminjam di tetangga dusun,” kata Edy. (Annisaa/EB/antara).

Related Articles

Back to top button