fbpx
Gaya Hidup

Unik! Monyet di Pura Uluwatu Disebut Bisa Membedakan Benda Milik Para Turis

ENERGIBANGSA.ID—Ungkapan ‘cheeky monkey (monyet nakal)’ yang terkenal semakin memiliki makna yang harfiah, setelah studi baru tentang perilaku primata itu terungkap.

Sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal sains Royal Society, mempelajari monyet di Pura Uluwatu, Bali Indonesia, yang sering mencuri barang dari manusia —seperti tas, topi, kacamata hitam, tablet dan telepon—dan menahannya untuk ditebus dengan imbalan persembahan makanan.

Ditemukan bahwa monyet kera ekor panjang liar dewasa cukup cerdas untuk memahami barang mana yang memiliki nilai tertinggi bagi pengunjung, seperti barang elektronik, dan hanya akan melepaskan barang tersebut setelah menerima makanan yang mereka anggap memiliki nilai yang sesuai.

Para penulis mengatakan perilaku tersebut menunjukkan “proses pengambilan keputusan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya” di antara monyet yang diamati sebagai bagian dari penelitian.

Alasan monyet merampas barang

Mengutip CNN Travel, para ilmuwan dari Universitas Lethbridge, Kanada, dan Universitas Udayana, Indonesia, mengamati bahwa, selain mampu “menggunakan benda sebagai simbol token untuk meminta imbalan makanan tertentu,” kemampuan monyet untuk barter berhasil meningkat seiring bertambahnya usia dan pengalaman.

Ada “asosiasi perilaku yang jelas antara kepemilikan benda bernilai dan kualitas atau kuantitas makan bagi monyet sub-dewasa dan dewasa,” kata penulis, dengan menyebutkan bahwa monyet yang lebih tua “secara istimewa” memilih benda bernilai lebih tinggi.

Riset yang dipublikasikan Senin (11/1) itu dilakukan selama 273 hari dari tahun 2015 hingga 2016, dengan observasi lebih lanjut dilakukan pada 2019.

Para ilmuwan mendokumentasikan monyet saat mereka menatap pengunjung, mendekati mereka secara tidak mencolok, mengambil sebuah benda, dan kemudian melangkah ke samping menunggu persembahan yang sesuai.

Monyet dewasa mengumpulkan “beberapa hadiah makanan sebelum mengembalikan barang yang diambilnya” di mana benda itu bernilai tinggi, dan “lebih mungkin” untuk menerima “hadiah makanan yang kurang disukai” dengan imbalan item bernilai lebih rendah, kata studi tersebut. (cnn)

Related Articles

Back to top button