fbpx
Kesehatan

Unik dan Aneh, Fetish Ini Bikin Pengidapnya Jatuh Cinta sama Pohon!

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Fetish merupakan kondisi seseorang yang terdorong hasrat seksualnya jika melihat sebuah objek akibat fantasi seksual. Fetish memiliki beragam rupa, salah satunya adalah Dendrofilia atau Arbofilia yakni, jatuh cinta dengan pohon.

Seseorang yang memiliki fetish ini, merasa terangsang oleh pohon, bukan berarti ingin berhubungan secara fisik dengan pohon, melainkan cenderung bersemangat atau menikmati hubungan seks dekat dengan pohon ataupun seks di hutan.

Dilansir dari Healthline, penderita Dendrofilia tertarik pada pohon dengan cara yang penuh gairah tetapi bersifat platonis atau cinta tapi enggan memiliki. Tidak jarang istilah “pemeluk pohon” sering disematkan pada orang-orang dengan Dendrofilia.

Selain itu, orang dengan dendrofilia mungkin merasakan sensasi terhibur dan tetap terkoneksi dengan alam (pohon) serta adanya keinginan untuk merawatnya.

Mark Griffiths, PhD, seorang profesor Universitas Nottingham Trent di Inggris, melalui blog pribadinya mengemukakan beberapa budaya kuno yang percaya akan pohon merupakan simbol kesuburan.

Dalam praktik ritual sek budaya kuno, penduduk melakukan aktivitas seksual seperti masturbasi dengan pohon (meskipun bukan sebagai objek seksual). Sementara lainnya ada yang melakukan kontak fisik dengan pohon atau dedaunan.

Beberapa kasus dendrofilia mengembangkan rasa hormat atau cinta tulus terhadap pohon dan keinginan untuk melindungi serta merawatnya. Sementara lainnya mungkin merasa terangsang atau mengalami ketertarikan seksual dengan pohon.

Dalam beberapa kepercayaan tertentu, pohon dijadikan simbol rangsangan seksual yang terlihat mirip lingga (menyerupai alat kelamin laki-laki) serta dapat membangkitkan gairah.

Terkait apakah dendrofilia mengacu pada semua pohon atau jenis tertentu saja, tampaknya kondisi ini belum jelas terekspos di pemberitaan. Saat ini belum ada laporan kasus atau studi yang secara spesifik menyoroti perihal dendrofilia dan manifestasinya.

Diperkirakan preferensi setiap orang dengan fetish ini mungkin berbeda-beda sesuai pengalaman pribadi masing-masing.

Dalam sebuah artikel di The Planthunter, penulisnya menuangkan gagasan terkait rasa ketertarikan yang berubah-ubah pada pohon. Beberapa orang menemukan kesenangan dengan berada di alam terbuka seperti jalan-jalan atau hiking.

Sementara, beberapa memiliki preferensi seksual terhadap pohon atau dedaunan yang terlibat dengan beberapa cara berbeda. Hal tersebut terkadang membuat pengidapnya mungkin melakukan penyimpangan seksual dengan “memasukkan daun” dan menggunakannya sesuai keinginan.

Dendrofilia dianggap sebagai kelainan atau abnormal oleh kebanyakan orang. Dampak dari fetish tersebut mungkin akan mempengaruhi kehidupan orang-orang dengan kondisi tersebut, baik dari segi pekerjaan, hubungan asmara, serta kehidupan sosial lainnya.

Tentu, dampak panjangnya tidak baik bagi kehidupan, sehingga perlu upaya untuk meminimalkan pengaruh kondisi tersebut, atau bahkan jika memungkinkan mengobatinya.

Melalui terapis terlatih, khususnya di bidang seksualitas, dapat dijadikan opsi untuk membantu meredam perilaku dendrofilia.

Dilansir Psychology Wikia, secara harfiah dendrofilia berarti cinta pohon. Istilah ini terkadang merujuk pada parafilia, di mana orang-orang tertarik secara seksual atau terangsang oleh pohon. Kondisi ini mungkin melibatkan kontak seksual atau pemujaan sebagai simbol penis atau bisa jadi keduanya.

Mungkin bagi orang awam fetish ini tidak masuk akal. Namun, kondisi ini memang nyata, meski prevalensinya belum diketahui pasti. Selain itu, perlu penelitian lebih dalam untuk mengetahui seluk-beluk dendrofilia dari kacamata medis.

Itulah fakta mengenai dendrofilia, ragam fetish seks yang bisa membuat seseorang jatuh cinta dengan pohon. Fetish sendiri tidak selalu merupakan penyimpangan. Normal atau tidaknya tergantung intensitas dan tingkatnya dan apakah perilakunya merugikan orang lain atau tidak. (dhanti/EB/idntimes).

Related Articles

Back to top button