fbpx
Daerah

Tujuh Sekolah Jateng Mulai Lakukan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

ENERGIBANGSA.ID ( Semarang)– Simulasi pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka dengan menerapkan protokol Kesehatan untuk pencegahan penularan COVID-19. Tujuh sekolah tengah dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Jateng)

Sekolah yang melakukan simulasi pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka meliputi SMAN 2, SMKN 2, dan SMA Pius di Kota Tegal, SMAN 1 Parakan dan SMKN 1 Temanggung di Temanggung, serta SMAN 2 dan SMKN 2 Wonosobo.

Baca Juga : Ganjar Perintahkan Dinas Cek Ijazah yang Ditahan Sekolah

“Tujuh sekolah di Kota Tegal, Kabupaten Wonosobo, dan Temanggung itu melaksanakan simulasi selama dua minggu, setelah itu kita evaluasi hasilnya seperti apa,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Padmaningrum di Semarang, Senin (7/9).

Simulasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di masing-masing sekolah sendiri. Diketahui hanya diikuti oleh 100 pelajar saja, sedangkan pelajar yang lain tetap harus mengikuti pembelajaran dari jarak jauh via daring.

“Kalau melihat langsung hari ini, sekolah sudah bagus dengan penerapan protokol kesehatannya,” ungkap Padmaningrum seusai meninjau langsung salah satu sekolah yang melakukan simulasi.

Ia mengatakan, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak boleh menjadi beban bagi siswa, guru, dan orang tua siswa. “Harus tetap bahagia jangan ada beban, rapi harus menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Adapun Revalina Anisa Ramadhani, siswi kelas XI IPS 4 SMAN 2 Tegal mengaku senang dengan dimulainya pembelajaran tatap muka tersebut.

Dia bahkan bersedia bernyanyi di depan kelas untuk menghibur teman-temannya yang juga baru masuk sekolah.

“Iya, rasanya senang sekali bisa sekolah dan bertatap muka lagi. Karena sejak ada COVID-19, pembelajaran dilakukan daring,” katanya dikutip tim energibangsa.id dari radarsolo Jawa Pos.

Menurutnya, sekolah tatap muka berbeda dengan sistem online. Selain mendapat penjelasan secara detil dan bebas bertanya, dia juga dapat bertemu dan berdiskusi dengan teman-temannya.

“Kalau daring membosankan dan banyak tugas. Bahkan tugasnya sampai menumpuk,” lanjutnya.

Sementara itu, Lidwina, Kepala SMA Pius mengatakan bahwa sekolah sudah bersiap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sejak tahun ajaran baru.

“Sarana dan prasarana sudah kami siapkan sejak tahun ajaran baru. Mulai ruangan siswa, guru, ruang isolasi, dan sarana dan prasarana seperti cuci tangan, hand sanitizer, juga alat cek suhu tubuh,” ujarnya.

Sesuai ketentuan dari Pemerintah Provinsi Jateng, ia menjelaskan, simulasi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan diikuti oleh 100 pelajar mulai dari pukul 07.00 sampai 11.00 WIB.

“Kantin sekolah tutup. Kami juga kerja sama dengan kelurahan dan pihak terkait untuk mengontrol pedagang yang ada di luar sekolah. Siswa pulang-pergi hanya untuk mereka yang diantar pakai kendaraan pribadi atau bawa (kendaraan) sendiri dan jalan kaki,” katanya. (Gilban/EB)

Related Articles

Back to top button