fbpx
Dunia

Trump Resmi Larang TikTok di AS

ENERGIBANGSA.ID (Washington) – Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat resmi melarang TikTok beroperasi dengan mengeluarkan perintah eksekutif. Seperti dikutip dari AFP, aturan itu berlaku dalam 45 hari ke depan.

Trump Resmi Larang TikTok di AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

“Amerika Serikat harus mengambil tindakan agresif terhadap pemilik TikTok demi melindungi keamanan nasional kita,” kata Trump dalam perintah eksekutif.

Setelah itu berlaku, maka AS akan melarang warga maupun perusahaan melakukan transaksi apapun dengan ByteDance Ltd, pemilik aplikasi TikTok.

ByteDance yang berbasis di China memiliki kantor pusat di AS, tepatnya di wilayah selatan California. Trump
mengatakan TikTok berpotensi menjadi alat intelijen China yang memata-matai AS.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan TikTok dan perusahaan perangkat lunak China lainnya yang beroperasi di AS seperti WeChat telah memberikan data pribadi warga AS kepada Partai Komunis China.

Pompeo mengatakan data pribadi warga AS yang dikumpulkan oleh perusahaan seperti TikTok “bisa berupa pola pengenalan wajah, informasi tempat tinggal, nomor telepon, dan teman-teman yang terhubung dengan pengguna”.

“TikTok secara otomatis menangkap informasi dari penggunanya, termasuk aktivitas jaringan lainnya seperti data lokasi dan riwayat penelusuran serta pencarian,” kata perintah tersebut.

“Pengumpulan data ini memungkinkan Partai Komunis China mengakses informasi pribadi dan hak milik orang Amerika.”

Trump menegaskan akan melarang TikTok beroperasi di AS bila tak segera dijual ke perusahaan asal negara mereka paling lambat 15 September 2020.

Microsoft merupakan salah satu perusahaan yang berniat mencaplok kepemilikan saham Tiktok.

Trump beberapa beberapa hari lalu menelepon CEO Microsoft, Satya Nadella, untuk membicarakan soal TikTok. Saat itu dia berkata kepada Nadella bahwa TikTok tak dapat dikontrol dari sisi keamanan.

Trump mengatakan apabila pembelian TikTok dilakukan, maka sebaiknya melakukan pembelian seutuhnya daripada hanya membeli saham mayoritas.

Microsoft sejauh ini menyatakan masih dalam tahap diskusi potensi pembelian TikTok. Namun, Microsoft menolak mengomentari langkah terbaru Trump itu. (buddy/EB/CNNIndonesia).

Related Articles

Back to top button