Sambat

Tragedi Pramuka, Jangan Hanya Salahkan Kakak Pembina!

oleh : Friska Wahyuni

ENERGIBANGSA.ID – Menyoal tagedi Pramuka di Turi, yang menewaskan setidaknya 4 siswa, kenapa menyalahkan pembina? Apakah jika terjadi sebuah musibah, memang harus dicari siapa yang harus disalahkan?

Di sebuah group KBM bahkan saya bahkan sempat menemukan sebuah komen yang begitu pedas, “Hukum mati saja seluruh pembinanya” begitu bunyinya. Apakah hal tersebut pantas diucapkan bahkan oleh seorang ibu sekalipun?

Menilik kasus yang terjadi, memang sangat disayangkan terjadinya peristiwa yang begitu memilukan tersebut. Tapi apakah kita harus serta-merta menjatuhkan vonis seperti itu?

Bukankah saat membuat acara, tentu para panitia yang notabenenya adalah pembina, pasti sudah mempersiapkan acara dengan matang, safety sebaik-baiknya. Tentu tidak ada yang berharap akan ada tragedi seperti ini. Namun naas, yang namanya musibah kita pun tak pernah tahu kapan hadirnya.

Bukankah sudah jelas bahwa takdir mutlak itu tiada mungkin ada yang bisa merubahnya? Dan tahukah kamu apa saja yang termasuk takdir mutlak? Yakni kelahiran dan kematian.

Kalau jodoh dan rezeki masih termasuk takdir yang diusahakan, tergantung bagaimana kita meraihnya.

Sekali lagi saya tekankan ini adalah musibah bukan pembunuhan berencana yang pelakunya (pembina) harus dihukum mati. Mari lebih bijak dalam berkomentar, memakai perasaan itu perlu tapi memakai logika juga lebih perlu.

Mari gunakan hati untuk mengamati dan mengomentari masalah di sekeliling kita, Indonesia butuh hati dan pikiran positif, bukan cibian sensitif dan negatif.

*Friska Wahyuni, anggota Komunitas Bisa Menulis. Pembelajar, alumnus Universitas Gajah Mada

Related Articles

Back to top button