NationNews

Tokoh Muda Papua Harapkan Separatisme Ditangani dari Hati ke Hati

0

ENERGIBANGSA.ID, Semarang – Bangsa ini memiliki energi dan potensi yang harus dikelola dengan baik. Dibalik persoalan separatisme, Tokoh muda Papua, Robert Manaku mengatakan kalau bicara tentang separatisme di Papua tidak akan ada selesainya, karena mempunyai akar sejarah yang panjang.

“Dengan dialog bersama, dari hati ke hati kami harap gerakan separatisme di Papua bisa ditangani,” kata Robert saat menyampaikan materi Kopdar Kebangsaan PRIMA DMI Jateng di Aula Balaikota Semarang, Jumat (14/2/2020).

Robert menyebut hasil penelitian LIPI yang menyatakan terdapat 4 (empat) persoalan mendasar di Papua. Dua diantaranya terkait kekerasan dan HAM, dan Diskriminisasi dan Marginalisasi. Oleh karena itu, Robert berharap Pemerintah merubah pola pembangunan bagi masyarakat Papua dengan dialog bersama semua pihak, “Dialog bersama dari hati ke hati, kami harap gerakan separatisme di Papua bisa ditangani dengan baik,” tuturnya.

Sementara, Kepala Kesbangpol Kota Semarang Abdul Haris mengingatkan pesan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, yakni perdebatan mengenai dasar negara ini harusnya sudah selesai. “Paham radikalisme, separatisme dan terorisme harus dilawan dengan cara, pendekatan sosial,” kata Haris membacakan isi pesan Wali Kota Semarang.

Lanjutnya, dan dalam acara diskusi malam ini, mari kita bahu membahu mewujudkan perlawanan nyata terhadap paham radikalisme yang ada disekitar kita. Selain itu ia menekankan agar para remaja masjid dapat menjaga kondusifitas yang ada dengan baik.

“Intinya, mari kita wujudkan Kota Semarang bebas dari radikalisme, terorisme, separatisme dan komunisme demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonsia,” tandasnya.

Mengingatkan hal senada Rektor UIN Walisongo, Prof Dr KH Imam Taufiq, MA mengatakan, remaja cenderung berpikir secara instan dan berkarakter labil, “Tapi kelebihannya remaja itu multi-tasking, pergerakannya revolusioner,” kata Imam.

Menurutnya hal itu tak lepas dari kondisi psikologis remaja yang masih mencari status atau jatidirinya dalam identitas sosial. Selain itu, mereka lebih dekat dengan media sosial yang rawan bersliweran hoax berbau radikalisme maupun separatisme yang marak dewasa ini. Karena itu perlu dicegah dengan berbagai program yang sesuai.

“Selain mengoptimalkan peran keluarga lingkungan dan organisasi, perlu mengajarkan literasi digital agar remaja mampu menyaring informasi digital dari internet dan sosial media dengan lebih baik,” pesannya.

Berkenaan dengan esensi masjid, Imam mengingatkan fungsi masjid sebagai the centre of life. Yakni pusat kegiatan peribadatan dan pusat kegiatan sosial budaya. “Masjid merupakan basis sosial dalam membentuk solidaritas, politik, ekonomi, peradilan, dan pendidikan,” tuturnya. (*)

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Begini Pendapat Rizki Hidayat soal Pelatih Baru Persijap

Previous article

Memahami Makna Omni Channel Marketing

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Nation