fbpx
Kabar Daerah

TKI Asal Brebes Diduga Penyintas Covid-19 Varian Baru Pulang dari Arab, Haruskah Brebes di Lockdown Lokal?

BREBES, energibangsa.id—Sesuai arahan menteri, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Jawa Tengah akan diperpanjang sesuai arahan menteri hingga 22 Maret 2021.

Hal itu ditekankan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat agar tidak lengah, dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Penekanan itu juga seiring dengan kewaspadaan terkait kembalinya TKI asal Brebes dari Arab Saudi.

TKI tersebut merupakan penyintas Covid-19 varian B.1.1.7 yang sebelumnya terdeteksi di Karawang.

PPKM Mikro diterapkan di Brebes sudah tepat?

Kata Pak Ganjar, justru dalam konteks PPKM mikro yang paling pas dilakukan di Brebes. Pasalnya, terdapat TKI yang baru pulang dari Arab Saudi.

“Inilah sebenarnya konsep PPKM mikro menjadi pas banget. Maka saya minta, coba terapkan”, pinta Ganjar.

“Kejadiannya kan menjadi, dalam tanda petik, hal baru atau mungkin menjadi sangat luar biasa karena ada diskursus orang berdebat soal ini,” katanya.

Ditambahkan, PPKM mikro menjadi kesempatan untuk menangani secara dini dan mengunci permasalahan terkait kejadian di Brebes.

Setelah dikunci maka yang perlu dilakukan adalah tracing dan testing.

“Tadi sudah dilakukan testing dan tadi saya minta lini kedua ditambah. Apakah kemudian kontak erat, dekat, sampai sosialnya itu bisa dideteksi penuh”, ungkap Gubernur.

“Berikan isolasi yang nyaman, sehingga orang nanti tidak panik tetapi dikelola. Nah mikronya ini penting,” terangnya.

Bahaya Corona jenis baru

Sebagai informasi, Covid-19 varian baru yakni dikenal dengan B.1.1.7 yang berasal dari Inggris. Virus itu dikatakan telah menyebar ke berbagai negara.

Menurut analisis peneliti, seperti dikutip dari detikhealth, Jumat (26/2/2021), Covid B.1.1.7 yang didiagnosis dengan varian baru cenderung menunjukkan tanda-tanda infeksi yang ‘kurang khas’, dibandingkan dengan gejala flu dan flu biasa yang dialami oleh pasien Corona.

Virus corona baru menunjukkan sejumlah gejala COVID-19 seperti flu, dan juga tanda-tanda yang tidak biasa dan jarang terlihat.

Karena virus dimulai sebagai infeksi saluran pernapasan pada kebanyakan orang, gejala-gejala umum dari infeksi tersebut adalah flu, demam, batuk atau kehilangan bau.

Namun, dengan temuan mengejutkan dari virus yang lebih baru, banyak juga yang menduga bahwa mutasi dapat menyerang tubuh dengan cara yang berbeda, serta mengeluarkan gejala yang berbeda pula.

Sesuai pengamatan, ada tiga gejala pertama yang bisa menyerang orang, tanpa adanya gejala pernapasan sehingga sering diabaikan. (dd)

Related Articles

Back to top button