fbpx
Ekonomi & Bisnis

Tingkatkan Investasi, Indonesia-Filipina Teken Kerjasama

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) –  Indonesia dan Filipina akhirnya resmi melakukan kerjasama promosi penanaman Modal.

Hal ini disahkan pasca Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang diwakili oleh Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman serta Kepala Pelaksana Badan Investasi Republik Filipina Ceferino S. Rodolfo.

Penandatangan itu diharapkan Ikmal mampu mendorong kerja sama antar kedua negara ke arah yang lebih baik. Terutama dalam menarik investasi asing ke negara masing-masing.

“Selanjutnya kedua negara dapat melakukan sesuatu yang lebih bersinergi dan bisa memanfaatkan competitive advantage serta comparative advantage masing-masing negara yang tentunya memiliki karakteristik yang berbeda,” Katanya di kantor BKPM, Selasa (25/8).

Dilansir dari CNN Indonesia, cakupan kerja sama yang diatur dalam MoU ini, antara lain pertukaran informasi investasi seperti kebijakan. Peraturan dan prosedur perizinan penanaman modal serta peluang penanaman modal potensial, termasuk realisasi investasi luar negeri dari masing-masing negara.

MoU tersebut turut mencakup kerja sama promosi dan fasilitas penanaman modal dari Filipina ke Indonesia dan sebaliknya, serta bekerja sama dalam melaksanakan pertemuan bisnis, seperti seminar, roadshow dan pertemuan match-making.

Ia juga menuturkan, kerja sama ini akan berlaku untuk jangka waktu 5 tahun.dan dapat diperpanjang selama tiga tahun dengan persetujuan tertulis dari kedua pihak.

Penandatanganan MoU ini juga merupakan pelaksanaan komitmen dalam forum bilateral antar kedua negara.

Komitmen itu terdapat pengakuan bahwa promosi dan fasilitasi penanaman modal memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Filipina.

Sebagai tindak lanjut dari berlakunya MoU ini, BKPM dan Badan Investasi Republik Filipina akan mengadakan pertemuan berkala sedikitnya sekali dalam setahun.

“Pertemuan bertujuan untuk membahas rencana kerja pada tahun berikutnya oleh kedua pihak dalam mengimplementasikan cakupan kerja sama,” imbuh Ikmal.

Berdasarkan catatan Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (Pusat KOPI) BKPM seperti yang dihimpun tim energibangsa.id, sepanjang periode semester I tahun 2020, realisasi investasi Filipina di Indonesia sebesar US$128,3 ribu.

Investasi tersebut antara lain mencakup sektor Hotel dan Restoran (US$104,2 ribu); dan Industri Makanan (US$22,8 ribu);

Selain itu juga ada Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (US$0,7 ribu); serta Perdagangan dan Reparasi (US$0,6 ribu).

Provinsi DKI Jakarta masih menjadi lokasi utama untuk realisasi investasi Filipina, disusul Jawa Barat, Sulawesi Utara, Jawa Timur dan Banten.

Dalam kesempatan yang sama Ceferino S. Rodolfo menyatakan MoU tersebut adalah bagian dari upaya pemerintahnya untuk menjalin hubungan bilateral yang lebih dekat dengan Indonesia.

“Kami berharap dapat terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan baik yang akan semakin memperkuat hubungan.

Sepanjang 2019, investasi negara yang berbatasan langsung dengan Sulawesi itu mencapai US$9,6 juta, mencakup 43 proyek.

Nilai investasi ini turun 37,62% dibandingkan tahun sebelumnya senilai US$15,39 juta yang mencakup 28 proyek.

Penurunan tersebut tak sedalam angka yang ditorehkan pada 2018, yang anjlok 79,08% dibandingkan capaian 2017 sebesar US$73,6 juta mencakup 49 proyek. (Sasa/EB)

Related Articles

Back to top button