DuniaKabar Indonesia

Timor Leste Negara Miskin Dunia; Yuk, Kita Doakan Agar Lekas Bangkit !

ENERGIBANGSA.ID (Semarang Raya) – Bank Dunia melaporkan pertumbuhan ekonomi Timor Leste masih lambat dibanding negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Bahkan, Timor Leste masih masuk dalam daftar negara paling miskin di dunia, Minggu (5/7/2020) kemarin.

Sebelum memisahkan diri, Timor Leste awalnya adalah provinsi ke-27 Indonesia dengan nama: Timor Timur. Lewat jalan referendum, ia kemudian memutuskan merdeka pada 20 Mei 2002.

Berdasarkan laporan United Nations Development Programme (UNDP), negara dengan nama resmi Republica Democratica de Timor Leste ini berada di peringkat 152 negara sebagai negara termiskin di dunia dari 162 negara.

PDB per kapita Timor Leste diperkirakan akan mencapai 2.356 dollar AS atau sekitar Rp 34,23 juta (kurs Rp 14.532) pada Desember 2020. Masih di bawah pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2019 lalu sebesar 4.174,9 dollar AS atau sekitar Rp 60 juta. Sejumlah sektor ekonomi Timor Leste sebenarnya juga masih sangat bergantung pada Australia dan Indonesia, terutama barang-barang impor.

Pada tahun 2019, sebagaimana dilaporkan Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Timor Leste sekitar 4,1 persen di tahun 2020 dan baru akan meningkat menjadi 4,9 persen di tahun 2021. Pertumbuhan investasi swasta di Timor Leste itu masih saja melempem dari tahun ke tahun pasca-merdeka, ini terkait dengan stabilitas politik dan ekonomi di negara itu yang masih bergejolak. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga terus mengalami peningkatan.

“Timor Leste menyambut baik pertumbuhan PDB, tetapi reformasi masih jadi kunci untuk mengejar potensi investasi dari sektor swasta sesuai dengan target pemerintah, yang menetapkan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen dan penciptaan setidaknya 600.000 lapangan kerja baru per tahun,” jelas Pedro Martins, Ekonom Senior Bank Dunia untuk Timor Leste.

Meski investasi sektor privat yang masuk masih rendah, negara ini masih menikmati stabilitas ekonomi makro dan inflasi yang masih terkendali. Kredit ke sektor swasta juga masih bisa tumbuh 13 persen, terutam didorong permintaan dari sektor rumah tangga. Namun, neraca fiskal Timor Leste terbilang buruk, karena anggaran pengeluaran publik yang terus meningkat.

Timor Leste saat ini mengandalkan pemasukan dari hasil minyak. Pada tahun 2019 lalu, produksi minyak Timor Leste mencapai 38 juta barel setara minyak (BOE) yang banyak dikerjasamakan dengan Australia. Sementara itu, mengutip data Timor Leste Economic Report yang dirilis Bank Dunia pada April 2020, ekonomi Timor Leste bakal semakin terpuruk di 2020 karena pandemi Virus Corona (Covid-19) dan kondisi politik yang belum stabil.

Pemerintah Timor Leste sudah mencairkan dana sebesar 250 juta dari Petroleum Fund di mana 60 persennya digunakan untuk penanganan Covid-19. Virus Corona memperburuk ekonomi Timor Leste yang berkontribusi pada menurunnya kunjungan turis asing ke negara itu, melambatnya perdagangan ekspor-impor, dan besarnya pengeluaran pemerintah untuk menanggulangi pandemi. Hmm … virus corona benar-benar bikin merana, ya ? (dd/kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Bagaimana Ekonomi Timor Leste Setelah 18 Tahun Merdeka dari Indonesia?”

Related Articles

Back to top button