Engkus Kusnaya Budi Santoso, saat jumpa pers masalah jual beli suara di Pileg lalu
Engkus Kusnaya Budi Santoso, saat jumpa pers masalah jual beli suara di Pileg lalu (foto pojoksatu.id)
Kabar Indonesia

Tetap Gagal Meski Beli Suara, Caleg Ini Ingin Masyarakat Belajar dari Kesalahannya

0

ENERGIBANGSA.ID – Caleg DPR RI dari Partai Perindo untuk Dapil Jabar VII, Engkus Kusnaya alias Eka Budi Santoso mengaku menghabiskan uang sekitar lima milyar selama pencalonan kemarin.

Engkus Kusnaya tidak merinci untuk apa saja uang lima milyar tersebut. Namun yang pasti ia mengaku telah tertipu oleh belasan oknum yang diduga para PPK dan 1 Komisioner KPU Karawang berinisial AM.

Namun hasil suara pileg yang ia raih ternyata jauh dari harapan. Khusus di Karawang ia hanya meraih sebanyak 4 ribu suara dari 50 ribu yang dijanjikan oknum tersebut. Kusnaya, yang kecewa karena gagal lolos ke Senayan, menjelaskan bahwa mafia suara itu punya struktur kuat dari tingkat TPS hingga tingkat KPU.

“Saya ingin modus mereka diketahui publik. Mereka punya struktur dari tingkat komisioner KPU, PPK, sampai TPS,” kata Kusnaya sebagaimana disampaikannya pada detikcom via seluler, Selasa (18/6/2019). 

Kusnaya mengaku menyesal telah terjerumus dalam bisnis politik kotor yang dirancang oleh oknum penyelenggara pemilu. Kusnaya tergoda oleh tawaran 12 PPK yang mengaku bisa mendongkrak perolehan suaranya di Karawang.

beasiswa kuliah

“Saya dikenalkan kepada 12 PPK oleh Asep Mukhsin, salah satu komisioner KPU Karawang. Saya sudah kasih dia uang Rp 50 juta,” ungkap Kusnaya.

Kusnaya kemudian bertemu dengan 12 PPK di suatu apartemen. Dalam pertemuan itu terjadi tawar-menawar harga.

“Mereka janjiin saya suara bisa begini bisa begitu, lalu saya bilang hanya sanggup bayar Rp 20 ribu per suara,” tutur Kusnaya. 

Namun berdasarkan hasil perhitungan suara, rupanya Kusnaya gagal terpilih ke Senayan. Ia pun bertekad membongkar praktik politik kotor itu meski malu karena salah. “Saya tahu itu (beli suara) perbuatan salah. Tapi tetap dilakukan karena orang (caleg) lain begitu juga,” kata Kusnaya. 

Ia pun mengaku bakal membongkar semua praktik politik kotor yang dialaminya. Sebab, ia ingin memberi pelajaran politik kepada masyarakat.

“Supaya generasi penerus bisa ambil pelajaran dari cerita saya untuk tidak tergoda jebakan politik uang. Karena itu penipuan,” kata Kusnaya. “Biar masyarakat tahu,” ia menambahkan.

Ketua KPU Karawang Miftah Farid menuturkan telah mengklarifikasi sejumlah pihak ihwal dugaan skandal jual beli suara di Karawang. Dari 12 PPK, 10 PPK mengakui telah menerima uang dari Eka. Totalnya Rp 600 juta.

Semoga dari kegagalan caleg ini, masyarakat bisa ambil hikmahnya agar tidak terjerumus pada politik uang dan segala bentuk suap, karena anti korupsi harus dimulai dari diri sendiri. (red)

beasiswa kuliah



Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Begini Tujuan Kemendikbud Soal Sistem Zonasi

Previous article

Sri Mulyani Ingin Bayar Pajak Lebih Mudah dari Beli Pulsa Telepon

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.