fbpx
HukumKabar IndonesiaNasional

Ternyata Warga Bisa Minta Ganti Rugi Pemerintah Jika Kecelakaan karena Jalan Rusak, Begini Dasar Hukumnya!

SEMARANG, energibangsa.id – Fakta ini tidak banyak diketahui. Ternyata, jika masyarakat mengalami kecelakaan akibat jalan yang buruk, korban bisa menuntut dan mengajukan klaim ganti rugi ke pemerintah.

Selama ini, klaim kecelakaan biasanya dialamatkan ke Perusahaan Jasa Raharja saja, padahal pengajuan klaim ganti rugi juga bisa diarahkan ke pemerintah juga.

Menurut Hukum dan UU

Hal ini disampaikan Kasat lantas Polres Muara Enim AKP Desy Aryanti sebagaimana dikutip dari kabarserasan.com pada (18/02/2021) lalu.

“Korban kecelakaan karena kerusakan jalan bisa diajukan ke pemerintah, dalam hal ini (adalah) Kementerian PUPR untuk jalan nasional dan Dinas PUPR untuk jalan provinsi dan kabupaten. Ini tertuang pada UU Nomor 22/2009 Tentang Lalu Lintas,” terang Desy Aryanti.

Dessy Menjelaskan, untuk pengajuan klaim tersebut ada prosedurnya. Misalnya, apakah benar laporan kecelakaan tersebut dikarenakan jalan (rusak) atau karena faktor lainnya.

“Nanti ada pengecekannya, berdasarkan pengaduan,” ujarnya.

Menurut Pakar dan Peneliti Transportasi

Hal itu juga dikuatkan oleh pernyataan Pakar dan Peneliti transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno.

Djoko Setijowarno menjelaskan bahwa warga dapat menuntut apabila mengalami kecelakaan akibat jalan rusak.

Aturan tersebut tertuang Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), yakni UU 22 tahun 2009.

Dikutip dari tirto.id, masih menurut Djoko, penyelenggara jalan wajib memperbaiki jalan yang rusak, serta memberikan tanda, atau rambu untuk mencegah kecelakaan.

Dinas PUPR Bisa Kena Sanksi

Akademisi dari Unika Soegijapranata itu mengatakan, dalam UU Lalu Lintas juga mencatat bahwa penyelenggara yang tidak segera memperbaiki jalan sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dapat terkena sanksi.

Untuk kecelakaan dengan korban yang mengalami luka ringan, sanksi berupa pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Apabila korban mendapatkan luka berat, akan dikenakan hukuman pidana maksimal satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

Bila sampai mengakibatkan meninggal dunia, maka pidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 120 juta.

Wahh.. selama ini banyak yang belum tahu, ternyata jika ada kecelakaan karena jalan rusak, kita bisa menuntut dan meminta klaim dari Dinas terkait. Informatif! (yab/EB)

Related Articles

Back to top button