KesehatanNasionalRagam Bangsa

Ternyata, Rokok Punya Banyak Manfaat, Seperti Ini

ENERGIBANG.ID — Semua orang tentunya sudah tahu bahwa merokok berdampak buruk bagi kesehatan baik diri sendiri maupun orang lain.

Saat seseorang mengisap rokok, sebagian besar asapnya tidak masuk ke paru-paru perokok tapi juga dilepaskan ke udara sehingga dihirup oleh yang tidak merokok. 

Semakin sering seseorang terpapar asap rokok, semakin tinggi pula risiko gangguan kesehatan yang dialami perokok pasif.

Hal ini diperkuat dengan banyaknya penelitian medis yang mengungkapkan bahaya merokok.

Sejumlah penelitian ilmiah pun telah meyakinkan bahayanya merokok. Dalam jangka panjang para perokok secara langsung telah membeli tiket kematian dini.

Meski demikan, dokter maupun peneliti sebenarnya juga mengungkapkan manfaat dari merokok. Namun hal ini selalu menjadi sebuah ‘rahasia’ yang mana tak sedikit orang mengetahuinya.

Beberapa penelitian lain telah membuktikan manfaat tembakau yang bisa menyelamatkan perokok dari beberapa penyakit.

Diantaranya artikel perihal manfaat tembakau yang dimiliki oleh Situs berita sains livescience.com.

Sebuah artikel mereka pada 2011 lalu memuat kabar mengenai sejumlah hasil riset terkait perilaku merokok yang konon kabarnya punya manfaat tertentu.

Produk-produk rokok yang ada di Indonesia. (dok nusantara.news )

Tim energibangsa.id mencoba menelusuri dan berhasil merangkum beberapa fakta bahwa rokok juga memiliki manfaat yang tersembunyi.

Fakta-fakta tersebut didapat tim energibangsa.id dari beberapa sumber dan penelitian

Berikut adalah hasil rangkuman terkait beberapa keuntungan rokok bagi kesehatan yang sejatinya belum banyak orang yang mengetahuinya:

  1. Turunkan Risiko Operasi Sendi Lutut

LiveScience mengutip hasil sebuah studi dari University of Adelaide, Australia, yang disebarluaskan di Journal Arthritis & Rheumatism, mengungkapkan Pria yang suka merokok ternyata kecil risikonya menjalani operasi penggantian sendi dibandingkan dengan mereka yang tak pernah merokok.

Tentu banyak orang akan bertanya apa hubungan dari kedua hal tersebut?.

Operasi lutut itu umum terjadi di kalangan pejoging dan yang menderita kegemukan. 

Sedangkan perokok, kita tahu, mereka jarang lari pagi dan kecil kemungkinan untuk obesitas.

Para peneliti bahkan bingung untuk menjelaskan ini. Kenyataannya bahwa merokok lebih beresiko osteoporosis. 

Namun nikotin dalam tembakau membantu mencegah kerusakan tulang rawan dan sendi.

2. Jauh dari Parkinson

Sejumlah penelitian telah mengidentifikasi hubungan terbalik yang aneh antara merokok dan parkinson.

Perokok kawakan (maksudnya sudah lama merokok), entah bagaimana, terlindungi dari penyakit parkinson.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology pada Maret 2010, para peneliti menemukan efek perlindungan terhadap daya tahan tubuh berkurang setelah berhenti merokok.

Inilah penyebab utama munculnya Parkinson. Namun, studi itu tidak berhasil menemukan apa penyebabnya.

Kemudian, sebelumnya, pada Maret 2007, peneliti dari Harvard menemukan kenyataan bahwa efek perlindungan terhadap parkinson itu berkurang jika perokok berhenti.

Tapi tidak ada penjelasan yang cukup ilmiah oleh peneliti soal mengapa hal itu terjadi.

Seseorang yang sedang menyulutkan rokok. (dok BeritaSatu.com )

3. Obesitas Berkurang

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Physiology & Behavior pada Juli 2011 menyebutkan bahwa berat badan akan terus bertambah setelah berhenti merokok .

Hubungan antara merokok dan mengendalikan berat badan sangatlah komplek.

Nikotin sendiri merupakan perangsang dan penekan selera makan. Tetapi tindakan merokok memicu perubahan perilaku yang mendorong perokok untuk mengurangi kudapan.

Merokok juga membuat makanan kurang bercita rasa bagi beberapa perokok, yang pada akhirnya mengekang selera makan.

Sebagai penekan selera makan, nikotin berfungsi sebagai bagian dari otak yang bernama hipotalamus, setidaknya pada percobaan dengan tikus, seperti yang terungkap dari penelitian di Universitas Yale dan diterbitkan di Journal Science 10 Juni 2011.

4. Turunkan Risiko Kematian Akibat Serangan Jantung

Dibandingkan dengan non-perokok, perokok yang mengalami serangan jantung tampaknya memiliki tingkat kematian yang lebih rendah.

Perokok memiliki respon positif untuk dua jenis terapi guna menghilangkan plak di paru-paru dari arteri mereka yang tergores akibat merokok.

Pertama terapi fibrinolitik, yang pada dasarnya adalah obat, dan kedua angioplasty, yang menghilangkan plak dengan memasukkan balon atau stent ke dalam arteri.

Dari dua jenis terapi itu perokok mendapat keuntungan dibandingkan tidak merokok. Pasalnya beberapa medis mengungkapkan dibangkan bukan perokok rata-rata perokok terkenan serangan jantung 10 tahun lebih muda dan menjalin terapi tersebut.

5. Obat Jantung Clopidogrel Bekerja Lebih Baik

Clopidogrel adalah obat yang digunakan untuk menghambat penggumpalan darah untuk pasien yang menderita penyakit arteri koroner dan penyakit peredaran darah lainnya yang mengarah ke stroke dan serangan jantung. 

Merokok membantu clopidogrel melakukan pekerjaann lebih baik. Artinya merokok dapat membuat obat itu bekerja lebih aktif di dalam tubuh untuk mengobati daripada tanpa diiringi dengan merokok.

Sebuah studi oleh para peneliti Korea di jurnal Thrombosis Research dan oleh para peneliti Harvard University menunjukkan manfaat dari merokok sedikitnya 10 batang rokok sehari.

Tampaknya sesuatu dalam asap rokok mengaktifkan protein tertentu yang disebut sitokrom, yang mengkonversi clopidogrel menjadi sesuatu yang lebih aktif.

Meskipun demikian, lagi-lagi tentunya tidak ada satupun dokter di muka bumi ini yang menyarankan seseorang untuk merokok guna meningkatkan kualitas kesehatan mereka. 

Nah demikian sobat energi bangsa, manfaat rokok bagi kesehatan seseorang. Ternyat tanpa kita sadari rokok punya banyak manfaat ya.

Tapi sobat energi kita juga perlu perhatikan kesehatan kita lagi ya. Boleh merokok tapi jangan kelewatan.

Related Articles

Back to top button