fbpx
Lewat ke baris perkakas
Kabar IndonesiaNasional

Ternyata Disediakan Uang dan Kendaraan untuk ‘Demonstran’

Jakarta – energibangsa.id – Dikutip dari Antaranews, Polisi mengklaim adanya temuan sejumlah pendemo bayaran yang menunggangi aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung ricuh pada, Kamis (8/10/2020).

Penyidik Polda Metro Jaya tengah menyelidiki fasilitator perusuh yang menunggangi aksi unjuk rasa terkait Omnibus Law dan membuat kerusuhan dengan merusak sejumlah fasilitas umum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, pendemo bayaran itu telah disiapkan transportasi hingga akomodasi.

Didominasi Pelajar STM

Yusri Yunus menyebut kelompok-kelompok itu didatangkan untuk melakukan kericuhan dalam aksi unjuk rasa mahasiswa dan buruh terkait penolakan pengesahan UU Cipta Kerja.

“Dia tidak tahu apa itu UU Cipta Kerja, yang dia tahu ada undangan untuk datang,” kata Yusri di Mako Polda Metro Jaya sebagaimana dikutip Antaranews.

Sejumlah demonstran rusuh itu ternyata disiapkan tiket kereta api, disiapkan truk, disiapkan bus, plus ada uang makan untuk mereka semua.

“Keberadaan massa bayaran tersebut ditemukan petugas saat memeriksa ponsel para perusuh serta pengakuan orang-orang yang diamankan oleh polisi. Darimana kita bisa bilang itu? Dari bukti-bukti handphone dan keterangan yang kita terima dari mereka. Semua sudah kita amankan total 1.192,” terangnya.

Yusri mengatakan para pendemo bayaran yang diamankan petugas diketahui berasal dari beberapa daerah di sekitar Jakarta. Seperti Purwakarta, Karawang, Bogor, Banten dan sekitarnya.

Memanggil Orangtua Siswa

Petugas dari kepolisian akan memanggil orang tua dari para pelajar agar diberikan pembinaan dan edukasi serta menunjukkan bukti pesan singkat ajakan berunjuk rasa berakhir ricuh.

Ini untuk pembelajaran jangan sampai nanti diulangi lagi bisa dijaga orang tuanya,” tutur Yusri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Yusri menyatakan dari 1.192 orang yang diamankan petugas, terdapat 285 orang yang terindikasi terlibat pidana.

Dia mengungkapkan polisi masih mendalami dugaan keterlibatan 285 orang dengan tindak pidana seperti melawan petugas, perusakan fasilitas umum hingga membawa senjata tajam.

“Ini yang masih kita lakukan pendalaman makanya saya belum menyatakan tidak dia itu sebagai tersangka, tidak,” pungkasnya.

Duh, sobat energi… jangan sampai anarki ya… Ingat masa depan kalian dan bangsa Indonesia. (yab/EB)

Related Articles

Back to top button