fbpx
Daerah

Tekan Kekerasan Pada Anak, Brebes Lakukan Kerja Kolaboratif!

ENERGIBANGSA.ID (Brebes) — Idza Priyanti selaku Bupati Brebes meresmikan Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) Tiara Brebes. Hal tersebut untuk antisipasi munculnya kasus kekerasan pada anak.

“Saya ingin setiap ada permasalahan anak bisa segera dilakukan identifikasi sejak awal. Sehingga, permasalahan itu langsung dapat ditangani sebelum terjadi kasus-kasus kekerasan anak, dan khususnya anak dalam situasi rentan. Kami sangat siap dengan pelayanan sosial anak ini, dari mulai infrastruktur hingga SDM nya,” ungkap Idza.

Menurutnya, terdapat 21 kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Kabupaten Brebes, sejak Januari hingga Mei 2020.

Kasus-kasus tersebut dikategorisasikan menjadi beberapa kasus. Rinciannya, empat kasus kekerasan fisik, lalu enam kasus kekerasan psikis, dan ketiga, 11 kasus kekerasan seksual.

Jumlah tersebut, lebih sedikit dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019, yaitu 32 kasus.

Sebanyak 15 kasus di antaranya adalah kasus kekerasan seksual, disusul oleh 13 kasus kekerasan fisik, dan dua kasus kekerasan psikis.

Lebih lanjut dijelaskan, PKSAI akan menjadi tempat pelayanan, identifikasi, hingga penanganan secara terintegrasi bagi anak dan keluarga di Kabupaten Brebes.

“Saya berharap adanya PKSAI ini dapat mempercepat penanganan setiap kasus anak di Kabupaten Brebes. Tentu bukan hanya bersifat reaktif, di mana saat terjadi kasus kemudian baru menyelesaikan,” ungkap Idza, mengutip Jatengprov.go.id

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Brebes, Masfuri, mengatakan PKSAI menjadi kerja kolaborasi layanan penanganan persoalan anak yang terarah, terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan.

“Kita tidak dapat melangkah sendiri dalam memberikan layanan kesejahteraan anak. Tidak ada lembaga tunggal yang memiliki mandat untuk melayani semua aspek dalam layanan kesejahteraan sosial anak, untuk itu harus dijalankan bersama sama,” ungkap Masfuri.

Sementara itu, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kasubid Anak Terlantar Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial RI, Agung Suhartoyo, memberikan apresiasinya kepada pemerintah Kabupaten Brebes atas diresmikannya PKSAI Tiara.

Agung juga menyampaikan, PKSAI merupakan transformasi dari Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA).

Lebih lanjut dipaparkan, PKSAI didirikan untuk semua anak. Tetapi, fokus pelayanannya ditujukan pada anak-anak yang rentan, terutama mereka yang membutuhkan layanan khusus, seperti anak korban kekerasan, perlakuan salah, eksploitasi, penelantaran, dan anak dalam situasi khusus.

Anak dalam situasi rentan, menurut Agung, adalah anak yang dinilai berisiko mengalami gangguan dalam proses tumbuh kembangnya karena satu atau kombinasi beberapa faktor risiko, baik dari diri anak, keluarga, maupun masyarakatnya.

Sedangkan, melalui saluran daring Child Protection Specialist UNICEF Astrid Gonzaga Dionisio menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas diresmikannya PKSAI oleh Pemerintah Kabupaten Brebes.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati dan jajaran atas komitmen untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak Brebes. Layanan anak integratif bisa terlaksana jika semua yang berkepentingan selalu kompak dan bekerjasama dengan baik. Anak-anak Indonesia Maju, Indonesia maju,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Perwakilan UNICEF wilayah Pulau Jawa-Bali, Arie Rukmantara, yang menyatakan peresmian PKSAI di Brebes merupakan bukti nyata partisipasi aktif masyarakat menjunjung tinggi hak-hak anak.

“Ini berarti seluruh anak di Brebes akan terlindungi, terjamin, dan dipastikan hak mereka diakui oleh seluruh masyarakat Brebes. Terima kasih dan salut atas semua kerja keras dari seluruh masyarakat Brebes. Untuk anak kita, masa depan kita,” kata Arie.

Peresmian layanan PKSAI sendiri sebagaimana informasi yang didapat energibangsa.id, dilakukan bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Republik Indonesia  bertujuan agar seluruh masyaraat Kabupaten Brebes memiliki semangat yang sama untuk memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak di masa depan. [Dhanti/EB]

Related Articles

Back to top button