fbpx
MobileNasional

Tegas! Akun BO di Michat Akan Diblokir Menkominfo

SEMARANG, energibangsa.id—Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate berjanji akan menutup semua akun Open BO— istilah yang kerap digunakan untuk para penjaja seks komersial—di internet.

Dalam pemberitaan tribunnews.com, Minggu (21/3/2021), Johnny akan menutup semua akun prostisusi online itu, terutama yang marak di aplikasi pesan instan MiChat.

Mengenal open BO?

Open BO adalah nama keren dari Open Booking, istilah yang dipakai di dunia prostitusi online.

Maksudnya, booking dulu lewat online, tentu dengan membayar uang muka.

Setelah open BO, biasanya menentukan tempat “kopi darat” dan slot.

Karena pekerja seks komersial melayani beberapa tamu dalam sehari, mereka mengatur slot waktu.

Aplikasi MiChat disebut paling populer di dunia prostitusi online. Meski, aplikasi social media lain juga sering dipakai.

Adapun, hastag yang umum dipakai adalah #openBO dan #VCS serta #ChatSex.

Gegara kasus ini, MiChat jadi sorotan

Johnny Plate mengatakan hal itu setelah aplikasi pesan instan MiChat menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, aolikasi itu kerap disalahgunakan untuk prostitusi online.

Disebutkan pula, penyalahgunaan itu, termasuk kasus prostitusi online yang terjadi di Hotel Alona milik artis Cynthiara Alona.

Alona, yang sudah jadi tersangka, mempekerjakan pekerja seks anak-anak di bawah umur di hotelnya di Tangerang. Dan, komunikasi dilakukan melalui MiChat.

MiChat diminta take down

Johnny menyatakan kementerian yang dipimpinnya sudah meminta komitmen dari penyelenggara aplikasi pesan instan asal China itu untuk melakukan take down terhadap akun-akun yang digunakan untuk praktik prostitusi online.

“Kami sudah meminta komitmen dari pengelola aplikasi pesan instan untuk melakukan takedown akun yang disalahgunakan untuk kegiatan ilegal atau melanggar hukum, termasuk prostitusi online,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/03/2021) pekan lalu.

Johnny  juga mengakui banyak warganet Indonesia yang menggunaan beberapa aplikasi pesan singkat untuk melakukan kegiatan melanggar hukum, khususnya komunikasi aktivitas prostitusi daring.

“Aplikasi MiChat atau aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp sering disalahgunakan oleh pengguna di Indonesia untuk melakukan komunikasi kegiatan yang berbau prostitusi online,” tuturnya. (*)

Related Articles

Back to top button