Essai

Taukah Kamu, Sejarah Lomba Khas 17-an?

Oleh: Sasmita Sari*

ENERGIBANGSA.ID – Tak lama lagi kita akan menyambut dan memeriahkan Hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2020, berbagai daerah mengadakan perlombaan. Lalu bagaimana dengan kondisi saat ini?

Ilustrasi kegiatan semarak 17 Agustus. Sumber: istimewa

Tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya karena bangsa kita dihadapkan dengan pandemi virus corona yang tak tahu kapan berakhirnya.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 silam sang pahlawan Ir.Soekarno melantangkan kedaulatan Indonesia ke seluruh masyarakat. Negara yang memiliki ribuan pulau ini resmi menjadi negara yang merdeka. Artinya, seluruh kegiatan bernegara di Indonesia telah terbebas dari campur tangan asing yang pernah menjajahnya antatara lain Jepang dan Belanda.

Bebasnya negara Indonesia dari penjajahan tersebut menjadi momen paling bersejarah bagi masyarakat Indonesia. Tak ayal, momentum 17 Agustus dijadikan sebagai hari kemerdekaan dan senantiasa diperingati dengan meriah setiap tahunnya.

Kemeriahan perayaan hari kemerdekaan bangsa Indonesia tak luput dari partisipasi dari setiap warganya. Sudah lumrah terjadi bahwa setiap momen 17-an, setiap desa atau kota di wilayah Indonesia akan menggelar kegiatan perlombaan khas ‘Agustusan’.

Agar semangat kemerdekaan kembali membara, berikut beberapa informasi terkait perlombaan yang sering yang sangat erat kaitannya dengan Hari Kemerdekaan Indonesia yang telah terangkum dari berbagai sumber.

1.Lomba Panjat Pinang

Ilustrasi kegiatan panjat pinang dalam rangka semarak 17 Agustus. Sumber: istimewa

Sejarah lomba panjat pinang berasal berasal dari zaman penjajahan Belanda dulu. Lomba panjat pinang menyimpan kisah kelam kolonialisme yang mencengkram bangsa ini selama ratusan tahun, dulu lomba ini digelar penjajah belanda sebagai hiburan keluarga.

Mereka bahagia melihat rakyat Indonesia yang dicekik kemiskinan berlomba-lomba berebut hadiah, yang dipasang di ujung teratas batang pohon pinang.

Lomba panjat pinang yaitu permainan yang mana batang pinang diolesi oli atau pelumas lain yang diatasnya terdapat berbagai macam hadiah.

Masyarakat akan berbondong-bondong memanjatinya, mereka berjejer rapi ke atas seperti anak tangga, kedua pundaknya dipakai untuk menopang teman pemain lainnya untuk meraih hadiah.

Meski anggaran jenis lomba ini menelan biaya yang cukup mahal namun, hingga kini lomba panjat pinang tetap saja digelar di berbagai daerah. Karena sudah menjadi tradisi setiap tahunnya.

2.Lomba Balap Karung

Sejarah lomba balap karung di Indonesia ini bermula saat Belanda menjajah negeri ini

Ilustrasi kegiatan lomba balap karung dalam rangka semarak 17 Agustus. Sumber: istimewa

Pada saat itu, para misionaris Belanda yang berada di Indonesia mengadakan lomba balap karung untuk instansi instansi bentukan belanda. Balap karung adalah suatu lomba tradisional yang populer pada hari Kemerdekaan Indonesia.

Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlari sampai ke garis akhir. Bahkan beberapa waktu terakhir ini lomba balap karung dimodifikasi dengan helm.

Tidak ada persyaratan mengikat untuk lomba balap karung. Namun biasanya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya: pertama karung yang digunakan berupa karung beras atau terigu dengan kapasitas 50 kilogram..

Kedua, lintasan lomba balap karung minimal memiliki panjang sekitar 15-20 meter dengan lebar 3-4 meter. Ketiga biasanya peserta balap karung diikuti oleh empat hingga enam orang dalam sekali perlombaan.

Tak hanya orang dewasa, bahkan anak anak pun sangat menantikan lomba ini . lomba balap karung menjadi salah satu lomba yang bisa diikuti anak kecil.

Permainannya sederhana, tapi bisa memberikan keceriaan, memupuk rasa percaya diri, melatih kemandirian, membangun jiwa sportivitas, meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan banyak hal lainnya.

Dengan mengikutsertakan anak-anak dalam lomba ini dapat mempererat hubungan orang tua dengan anak. Ibu dapat mengenal kepribadian serta juga kemampuan anak anak, dan juga melatih anak anak agar berjiwa besar saat menerima kekalahan atau sebaliknya mengajari sikap rendah hati ketika menjadi pemenang.

3.Makan Kerupuk

Berbagai lomba yang selalu ada di perayaan 17-an ternyata memiliki makna yang dalam, termasuk lomba makan kerupuk.

Ternyata maknanya tak jauh jauh amat dari perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan. Dahulu saat masa penjajahan, mayoritas orang Indonesia hidup dengan segala keterbatasan.

Mereka sangat sulit untuk merasakan makanan makanan yang enak. Bagi para pejuang terdahulu bisa menemukan nasi dengan sebuah kerupuk sudah sangat bersyukur. Kerupuk dan nasi adalah santapan favorit para pejuang.

Oleh karena itu, setelah Indonesia merdeka masyarakat merayakannya dengan perlombaan –perlombaan khas. Contohnya seperti makan kerupuk untuk mengingat perjuangan para pejuang kemerdekaan.

Namun begitu, lomba dan permainan itu juga menjadi ajang adu cerdik, teliti sekaligus mengasah kemampuan motorik anak anak. Keterampilan motorik ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan khususnya anak anak dan warga pada umumnya.

Aturan mainnya yaitu dengan satu kaki diikat dengan tali ujungnya ditaruh kerupuk untuk adu cepat makan, maka setiap peserta harus jeli. Peserta harus bisa mengatur keseimbangan, dan bagaimana teknik makan kerupuk yang cepat dan aman tidak tersedak di kerongkongan.

Mereka harus menyeimbangkan antara kaki yang harus diangkat dan kerupuk bisa turun dan dalam jangkauan mulut untuk melahabnya. Unik, seru dan tentunya murah meriah.

4.Lomba Memasukkan Paku dalam Botol

Lomba ini merupakan salah satu dari banyaknya lomba permainan rakyat, yang dilaksanakan setiap tanggal 17 Agustus 1945. Biasanya permainan ini hanya diikuti oleh anak anak. Aturan permainan ini ialah: (1) tali yang sudah ada paku diikatkan pada peserta lomba, (2) peserta harus lari sejauh 30 meter ke arah botol yang sudah diletakkan oleh panitia saat peluit berbunyi.

(3) peserta harus lari kembali ke titik awal saat sudah memasukkan paku kedalam botol kaca, (4) peserta tidak boleh menggunakan tangan saat memasukkan paku kedalam botol, bila hal ini dilanggar, peserta dinyatakan gugur dalam lomba ini, (5) peserta yang sampai duluan ke garis awal dinyatakan sebagai pemenang, dan (6) dalam sekali lomba hanya berjumlah 4 orang dan satu peserta yang menang pada tahap awal akan masuk ke babak selanjutnya.

Maksud dan tujuan dari kegiatan lomba memasukkan paku kedalam botol bertujuan untuk melatih konsentrasi peserta, melatih kesabaran. Hal ini terlihat ketika peserta harus berulang kali mencoba memasukkan paku dalam botol dan dalam segala jenis permainan.

Ketika kita mengikuti setiap perlombaan berarti kita telah turut berkontribusi memeriahkan kemerdekaan Indonesia sekaligus mengenang jasa para pahlawan.

Sasmita Sari, Mahasiswa Penerima Manfaat Beasiswa Sarjana Muamalat, Jurusan Hukum Keluarga Islam, Universitas Islam Malang

Related Articles

Back to top button