Inspirasi BangsaKabar IndonesiaTokoh Kita

Taslim dan Mimpi Merajut Kerukunan Umat Beragama

0

Drs. H. Taslim Syahlan, M.Si adalah bagian dari kader muda Nahdlatul Ulama (NU). Sosok yang akrab dipanggil Taslim merupakan pengajar pada Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang. Ia juga dikenal sebagai pegiat kerukunan umat beragama di Jawa Tengah.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Drs. H. Taslim Syahlan, M.Si

Taslim lahir di Jepara, 04 Mei 1965. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di SDN 01 ia melanjutkan pendidikan menengah pertamanya di MTs Nurul Islam Kalinyamatan, lulus 1983. Sedangkan pendidikan menengah atasnya diselesaikan di MAN Fillial Kendal di Bawu Kabupaten Jepara pada 1988 (Sekarang: MAN Bawu).

Semangat Taslim dalam mengakses pendidikan tergolong luar biasa. Gelar Sarjana Tarbiyah (Drs) diraihnya pada 1995 dari IAIN Walisongo Semarang. Sedangkan pendidikan magisternya (S-2) diselesaikan di Universitas Diponegoro Semarang pada 2011. Saat ini, bapak dua anak tersebut sedang mengambil studi Program Doktoral Universitas Wahid Hasyim Semarang dengan Konsentrasi Kajian Islam Nusantara.

Tertarik pada Isu Kerukunan Umat Beragama

Ketertarikan Taslim pada isu kerukunan antar umat beragama sejatinya telah tumbuh sejak menjadi aktivis mahasiswa. Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Walisongo Semarang tahun 1988-1989 itu seringkali mengangkat isu toleransi sebagai tema diskusi hingga dalam ruang lingkup yang lebih besar, seminar. Terlebih peluang Taslim dalam membuka ruang diskusi cukup lebar, lantaran jabatan mulai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas hingga Wakil Sekretaris Senat Mahasiswa Institut (SMI) IAIN Walisongo juga pernah disandangnya dalam kisaran waktu 1991 hingga 1994.

Tak dipungkiri, tema toleransi saat itu juga cukup gayeng untuk didiskusikan. Mantan Pengurus Koordinator Cabang (Korcab) Jawa Tengah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu secara konsisten menancapkan ruh dan nilai-nilai toleransi dalam balutan organisasi yang diikutinya sejak masuk kuliah. Konsistensi itu pula nampak seiring sejalan dengan karir organisasi-organisasi yang digelutinya pasca mahasiswa hingga kini.

Berawal dari MUI

Toleransi seakan menjadi ‘cinta sejati’. Sosok akademisi yang saat ini tinggal di RT 06 RW 03 Karonsih Utara Ngaliyan Semarang itu lagi-lagi berkesempatan “mengurus” persoalan toleransi lintas agama. Saat berproses di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, ia duduk di Komisi Ukhuwah dan Kerjasama Antar Umat Beragama. Dari amanah yang diembannya pula, sosok 55 tahun itu mulai khidmad dengan “toleransi” secara lebih nyata.

Pada 2008, bersama intelektual NU seperti Drs. H. Abu Hapsin, P.hD, Prof. H. Muhadjirin Thohir, MA serta tokoh dan pemuka lintas agama, ia turut serta membidani kelahiran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah. Di awal kelahiran, FKUB Jawa Tengah dipimpin oleh Drs. H. Abu Hapsin, P.hD masa khidmat 2008-2013. Demikian pada periode kedua, sosok Prof. H. Muhadjirin Thohir, MA dipercaya oleh seluruh pemuka lintas agama sebagai ‘nahkoda’ organisasi toleransi antar umat beragama masa bhakti 2013-2018. Sementara Taslim berkesempatan mendampingi profesor untuk menjalankan roda organisasi bergensi di Jawa Tengah itu sebagai sekretarisnya.

Pada periode 2018-2023, pemuka enam agama resmi di Jawa Tengah antara lain: Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu serta Kong Hucu memberikan kepercayaan kepada ‘sosok berkumis tebal’ itu sebagai penerus estafet kepemimpinan di FKUB Jawa Tengah periode 2018-2023.

Bagi Taslim, jabatan pada suatu organisasi bukanlah semata-mata untuk eksistensi diri. Ia berpandangan, jabatan yang disandangnya adalah amanat serta ruang untuk terus berproses. Ia selalu belajar, namun tidak pelit untuk bertukar wawasan. Prinsip itu juga yang mendorongnya terlibat dalam pembentukan Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama se-Indonesia (AFKUBI) di Semarang, Jawa Tengah pada 2015.

Asosiasi tersebut sengaja dilahirkan untuk membangun komunikasi antar organisasi yang membidangi toleransi di tingkat daerah. AFKUBI adalah forum umat beragama dalam skala nasionalnya. Sebagai salah satu aktor yang terlibat dalam pembentukan organisasi tersebut, Taslim dipercaya oleh delegasi FKUB Provinsi seluruh Indonesia sebagai Wakil Sekretaris AFKUBI melalui Konferensi II di Bali 2016. Sedangkan Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet (Tokoh Hindu dan Ketua FKUB Provinsi Bali) didapuk sebagai Ketua Umum AFKUBI.

Kini, Taslim tidak hanya memimpin FKUB Jawa Tengah. Di kancah nasional, ia bahkan mendampingi Ida Pangelingsir Agung untuk merajut kerukunan umat beragama di Tanah Air. Tanggungjawab itu tentu sangat berat, sehingga membutuhkan koordinasi intensif lintas daerah di seluruh Indonesia. Tugas berat lainnya berupa ancaman perpecahan, konflik beragama serta isu-isu sensitif keagamaan yang nampak di depan mata. Tidak hanya itu, munculnya penganut kepercayaan yang belakangan ini mendesak untuk diakomodir juga menambah deret panjang PR bagi pegiat kerukunan dan toleransi. Mungkin, ini adalah mimpi Taslim dalam merajut kerukunan beragama di Indonesia! (yeabe-dik/eb)

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Mau Jadi Youtuber Muda? Yuk Gabung SMK Swadaya

Previous article

Loloskan Garuda Muda Ke Piala Asia 2020, Fakhri Kembali Direkomendasi Jadi Pelatih

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.