fbpx
Nasional

Tarif Listrik Non-Subsidi Diturunkan? Ini Lho, Faktanya!

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta)— Belum lama ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) penetapan, Arifin Tasrif, menetapkan keputusan dengan menurunkan tarif listrik pelanggan tegangan rendah non-subsidi untuk menyesuaikan tarif listrik.

Dari kabar tersebut tim energibangsa.id pun mencoba mencari fakta-fakta penting yang harus sobat energi ketahui dari keputusan penurunan tarif listrik pelanggan tegangan rendah non-subsidi yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM.

Baca Juga : Wah, Tarif Listrik Nonsubsidi Diturunkan Menteri ESDM, Berikut Rinciannya!

Tim energibangsa.id telah mendapatkan fakta tersebut yang dihimpun dari beberapa sumber, dan berikut adalah fakta penting dari keputusan penurunan listrik pelanggan tegangan rendah non-subsidi  :

1.            Hanya untuk pelanggan tegangan rendah

Penurunan tarif bagi pelanggan tegangan rendah yang sebelumnya Rp 1.467,28/kWh kini turun menjadi Rp 1.444,70/kWh, atau turun Rp 22,58/kWh. Berikut pelanggan yang mendapatkan tarif listriknya turun:

1.            R-1 TR 1300 VA

2.            R-1 TR 2200 VA

3.            R-2 TR 3500 VA-5500 VA

4.            R-3 TR 6600 VA

5.            B-2 TR 6600 VA-200 kVA

2.            Berlaku pada bulan Oktober-Desember

Penurunan tarif ini berlaku pada bulan Oktober hingga Desember 2020. Ke depan, dimungkinkan tarif tenaga listrik dapat kembali mengalami perubahan melihat perkembangan Indonesian Crude Price (ICP), kurs, inflasi, dan harga patokan batubara (HPB). Selain itu, efisiensi yang dilakukan PLN juga dapat menjadi pemicu turunnya tarif tenaga listrik.

“Kementerian ESDM berharap PLN dapat terus meningkatkan efisiensi operasional, sehingga biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik per kWh dapat diupayakan turun atau minimal tetap dari tahun sebelumnya,” ungkap Agung Pribadi selaku Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, seperti dikutip dari detik.com.

3.            Pelanggan yang tak dapat penurunan tarif listrik

Penurunan tarif listrik ini hanya dapat dinikmati oleh golongan-golongan di atas. Sedangkan, pelanggan tegangan menengah (TM) dan tegangan tinggi (TT) tarifnya tetap, sama dengan perhitungan besaran tarif tenaga listrik periode Juli-September 2020.

Pelanggan TM seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya >200 kVA, besaran tarifnya tetap sebesar Rp 1.114,74/kWh.

Sedangkan bagi pelanggan TT yang digunakan industri daya >= 30.000 kVA ke atas, tarif juga tidak mengalami perubahan yaitu Rp 996,74/kWh.

Sementara, khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.352/kWh.

Lalu, untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan, besaran tarifnya tetap.

 Sebanyak 25 golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Baca Juga : Senangnya! Di Wonogiri, Ganjar Berikan Bantuan Pasang Listrik Gratis

Demikianlah sobat energi fakta-fakta penting dari penurunan listrik pelanggan tegangan rendah non-subsidi. Semoga bermanfaat ya.. duh sayang tim energibangsa.id gak masuk kategori itu, kalo sobat energi gimana? (dhanti/EB)

Related Articles

Back to top button