fbpx
Gaya Hidup

Tanggapi Kasus Jerinx, Kirana: Mulailah Adil Sejak Dalam Pikiran

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Nama musikus Bali, Jerinx, belakangan ini menjadi buah bibir seluruh masyarakat Indonesia.

Pasalnya, pentolan grup band Superman Is Dead (SID) ini kerap kali melontarkan pernyataan-pernyataan yang berbau kontroversial.

Terbaru, ia menanggapi  isu corona dengan gayanya yang vokal dan lantang.

Hal ini lantas membuat publik mencari tahu kebenaran dari tiap perkataan yang ia lontarkan.

Bahkan belum lama ini, Jerinx berkicau di akun media sosialnya dengan menyebut “Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kacung WHO”

Dari kicauannya itu Jerinx pun ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencemaran nama baik dan ditahan di Polda Bali selama 20 hari.

Kasus ini turut menuai sorotan public figure lainnya. Salah satunya aktis cantik sekaligus politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Kirana Larasati.

Ia mengomentari kasus yang sedang dialami oleh Jerinx secara blak-blakan. Kirana mengatakan dirinya tak sependapat dengan Jerinx mengenai COVID-19.

“Oke aku mengerti freedom of speech, aku juga seseorang yang tidak mau dibatasi berekspresi,” ujarnya dilansir dari detik.com.

“Tapi selain kepentingan satu orang yang punya freedom of speech, ada juga ratusan juta penduduk yang bisa terdampak dari viralnya perbuatan satu orang,” lanjutnya.

Kirana

Bagi Kirana, memang tak ada salahnya memberikan kebebasan berpendapat.

Namun, ia mengkhawatirkan semakin banyak orang yang percaya argumentasi Jerinx salah satunya soal pemakaian masker.

“Melihat satu kasus itu tidak bisa hanya dari satu sudut pandang saja, kita harus lihat dari sudut pandang yang lain,” terang dia

Kirana tak pernah mempermasalahkan Jerinx untuk berpendapat mengenai ketidakpercayaannya tentang bahaya COVID-19.

Namun yang perlu disorot adalah sudah banyak pasien COVID-19 yang saat ini tengah menjalani perawatan.

Ibu satu anak ini mengatakan, alangkah baiknya jika suami dari Nora Alexandra itu memikirkan terlebih dahulu dampak dari pernyataannya yang kontroversi tersebut.

“Katanya percaya COVID-19, tetapi tidak yakin sebahaya itu, buat yang sehat mungkin tidak bahaya. Tetapi buat yang sakit bagaimana?” ujarnya.

Dia meminta agar setiap orang tak langsung mengkonsumsi secara mentah argumentasi dari seseorang terhadap sebuah kasus.

“Aku juga menyarankan ke teman-teman semua, mulai lah adil sejak dalam pikiran,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button