fbpx
Ragam Bangsa

8 Alasan Kenapa Kita Harus Segera Resign dari Pekerjaan, Alasan Kamu yang Mana?

ENERGIBANGSA.ID—Ketika kamu merasa hari-hari di kantor semakin buruk bahkan mempengaruhi produktivitas dalam bekerja, itu tanda kamu harus segera resign dari pekerjaan.

Ya, resign dari kantor dan mencoba mencari pekerjaan baru bisa jadi solusi terbaik untukmu.

Apalagi  jika kamu kerap mengalami hari-hari buruk yang berlanjut hingga berbulan-bulan.

Jika setiap hari kamu merasa bahwa kantor bukan lagi tempat yang asyik untuk bekerja, bahkan kamu selalu menghitung waktu supaya bisa cepat pulang. Itu semua merupakan tanda awal bahwa kantor tempat kamu bekerja tidak lagi sehat.

Bila itu terjadi, maka mulailah rapikan CV terbaikmu dan carilah pekerjaan baru di luar sana sesuai dengan passion yang kamu miliki.

Tanda Harus Segera Resign

Perlu diketahui, bahwa satu dari sekian banyak hal penting sebagai pekerja yakni mendapatkan apresiasi atas hasil kerja yang telah diberikan semaksimal mungkin, termasuk apresiasi dalam bentuk ucapan terima kasih. 

Namun jika apresiasi tidak kamu dapatkan dari pekerjaanmu sekarang, tak ada salahnya mencari peluang lebih baik dengan pekerjaan baru.

Kalau alasan ingin resign dari pekerjaan hanya rasa jenuh, mungkin itu bisa diatasi dengan jeda sejenak dari segala rutinitas pekerjaan.

Namun hati-hati, karena kejenuhan bisa berlanjut pada rasa benci dengan pekerjaanmu saat ini.

Jika kamu masih ragu, apakah harus segera resign dari pekerjaan, kenali dulu tanda-tanda ini sebelum mantap memutuskan keluar dari pekerjaan sekarang.

1. Tidak lagi bekerja dengan hati

Pekerjaan ideal adalah ketika kamu mengerjakannya dengan hati. Namun kenyataannya, tidak semua orang seberuntung itu.

Beberapa orang menjalani aktivitas sehari-hari di kantor dengan rasa terpaksa.

Mereka tak pernah benar-benar bekerja dengan hati. Bertahan di tempat kerja sekarang pun hanya untuk mendapat gaji saja. Apakah itu salah? Tentu tidak.

Namun, segala sesuatu yang dilakukan dengan rasa terpaksa atau bahkan benci, tentu tak memberikan hasil baik untuk diri sendiri maupun orang di sekitar.

Kalau kamu mulai merasa tidak lagi bekerja dengan hati atau bahkan apatis (tidak mau tahu lagi soal pekerjaan), lalu untuk apa dilanjutkan?

2. Bakat dan potensi tidak dihargai perusahaan

Saat ini, ada banyak orang yang mengerjakan hal-hal yang tidak sesuai dengan kemampuannya di kantor. Di sisi lain, ada orang yang sudah berusaha semaksimal mungkin, namun bakat dan potensinya tidak pernah dihargai perusahaan.

Ya memang, tidak semua perusahaan bisa menghargai kinerja setiap pekerja. Jika hal ini terjadi, kamu tak perlu merasa bersalah. Coba ambil peluang lain melalui pekerjaan baru. Resign dari kantor!

Jangan sia-siakan bakat dan potensi diri hanya demi bertahan di perusahaan yang tidak pernah menghargai skill yang kamu miliki. Itu hanya buang-buang waktu.

3. Keberlanjutan perusahaan tidak jelas

Tidak bisa dipungkiri, salah satu alasan kamu bekerja adalah untuk mendapatkan penghasilan. Kamu bahkan tak keberatan jika harus bekerja di luar jam kerja normal alias lembur, selama itu dibayar oleh perusahaan.

Namun kalau selama bekerja, perusahaan sering telat membayar gaji termasuk uang lembur, bahkan terdengar isu kalau ternyata perusahaan tempat kamu bekerja terlilit utang, maka itu artinya perusahaan belum cukup stabil.

Jika kondisinya demikian, kamu tidak bisa gantungkan masa depanmu pada perusahaan. Bagaimana mungkin kamu bertahan jika keberlanjutan perusahaan masih belum jelas?

Pikirkan lagi, apakah ingin bertahan atau mengundurkan diri segera?

4. Beban pekerjaan membuatmu stres

Kebanyakan para pekerja milenial saat ini mengalami stres di usia muda. Salah satu pemicu stresnya yakni karena beban pekerjaan di kantor sudah berlebihan.

Mungkin awalnya kamu mencoba bertahan, lalu memilih jalan untuk berkompromi dengan atasan terkait beban pekerjaanmu yang sangat banyak. Namun, bukannya solusi, yang kamu dapatkan justru tekanan.

Kondisi demikian bisa menjadi pertanda kamu harus resign dari pekerjaan sekarang juga dan bekerja di tempat lain yang lebih masuk akal.

5. Kesehatan mulai terganggu, fisik dan mental

Bukan hanya kesehatan fisik yang perlu dijaga, kesehatan mental pun merupakan hal yang tidak kalah penting.

Pasalnya, kesehatan mental yang buruk akan memengaruhi kesehatan fisik kamu juga.

Lelah fisik mungkin bisa diatasi dengan istirahat, tapi kalau urusannya menyangkut mental seberapa pun banyak waktu istirahat yang dimiliki, tidak begitu memberi efek.

Terlalu lelah akibat kerja diporsir bukan hanya berdampak buruk pada daya tahan tubuh, melainkan dapat berakibat fatal pada kesehatan mental.

Kondisi terburuk jika kesehatan mental terganggu bisa mengarah pada stres hingga depresi. Sebelum itu semua terjadi, sebaiknya persiapkan diri untuk resign dari pekerjaan tersebut.

6. Dituntut terus bekerja, bahkan tak punya waktu istirahat

Tidak mau rugi. Ya, mungkin itu yang menggambarkan perusahaan tempatmu bekerja sekarang.

Selama kamu bekerja, kebijakan perusahaan selalu membuat kamu sibuk.

Kamu dituntut terus bekerja, sampai-sampai tidak ada waktu untuk istirahat, termasuk makan siang. Parahnya lagi, kamu diminta bekerja di luar jam yang telah ditentukan. Hal demikian perlu diprotes.

Kamu berhak protes atau bahkan keluar dari pekerjaan tersebut tanpa perlu rasa takut. Ingat, kamu dibayar untuk bekerja, tapi kamu bukan mesin atau robot yang bisa bekerja selama 24 jam penuh.

Seperti halnya mesin, jika terus-menerus dipaksa bekerja tanpa henti, alih-alih memberi hasil terbaik, yang terjadi justru mesin tersebut meledak dan rusak. Bagaimana jadinya dengan manusia?

Hidup tanpa bekerja memang tidak enak, bosan. Tapi sebagai manusia, kamu punya hak hidup dengan layak. Kerja dan hidup itu haruslah seimbang.

Karena, itu termasuk salah satu faktor kebahagiaan. Kalau kamu sendiri tidak bahagia, untuk apa diteruskan?

7. Tidak ada kesempatan belajar hal baru

Skill kamu hanya mentok di situ-situ saja, tidak ada perkembangan. Ingin belajar hal baru pun, perusahaan tidak menawarkan kesempatan sehingga kamu tidak merasa tertantang lagi di pekerjaanmu sekarang.

Tidak ada kesempatan belajar hal baru merupakan satu dari sekian banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan sebagai alasan mengapa harus resign dari pekerjaan.

8. Gaji tidak sesuai dengan pekerjaan

Lagi-lagi soal gaji. Ini pembahasan yang terbilang sensitif tapi realistis. Setiap orang bekerja pasti untuk mendapatkan uang.

Sebagai ganti dari kemampuan yang kamu berikan pada perusahaan, kamu lalu dibayar dengan gaji bulanan.

Pembahasan gaji setiap pekerja tidak sama, tergantung seberapa banyak pengalaman yang kamu miliki. Biasanya bagi lulusan baru (fresh graduate), perusahaan akan memberi gaji standar.

Namun, kalau kamu merasa kemampuan kamu sudah lebih di atas rata-rata, tak ada salahnya meminta kenaikan gaji. Apalagi, jika pekerjaan yang dilakukan terus bertambah.

Gaji merupakan hak pekerja dan tanggung jawab perusahaan. Tapi kalau gaji yang kamu terima tidak sesuai dengan pekerjaan, jangan ragu untuk mencari pekerjaan baru di luar dan segera resign dari perusahaan.

Nah, salah satu dari poin di atas mungkin sedang kamu alami saat ini. Terlepas dari itu, keputusan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan harus dipikirkan matang-matang.

Jangan sampai mengorbankan diri sendiri, apalagi kesehatanmu. Toh, kalau kamu hengkang dari perusahaan yang tidak dapat menghargai kerja kerasmu, kamu tidak akan rugi, kok.

Kamu resign dari pekerjaan, perusahaan bisa segera mencari penggantimu.

Tapi kalau kesehatan terancam dan kamu tidak bahagia menjalaninya, belum tentu perusahaan mau berkorban untuk itu, kan? (indozone)

Related Articles

Back to top button