fbpx
Olahraga

Tampil Gemilang, Rider Ini Dianggap Mirip Jorge Lorenzo

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Fabio Quartararo saat ini sedang melakoni musim keduanya di ajang balap motor bergengsi, MotoGP.

Manajer tim Petronas SRT Wilco Zeelenberg menilai Quartararo  punya kemiripan dengan pemegang juara dunia lima kali Jorge Lorenzo.

Quartararo sukses lakoni MotoGP 2020 berkat penampilan cemerlang di musim debutnya.

Pada tahun lalu, sebagaimana pantauan tim energibangsa.id,  pembalap Prancis tersebut berhasil naik podium tujuh kali, bahkan lima diantaranya finis runner-up untuk menyabet titel Rookie of The Year.

Langkah gemilang Fabio Quartararo ini tak hanya berhenti sampai disitu, pembalap berusia 21 tahun itu memenangi dua seri pertama di Jerez.

Alhasil, Quartararo memuncaki klasemen MotoGP dengan keunggulan tiga poin dari rival terdekatnya, Andrea Dovizioso yang berada di posisi kedua.

Sekalipun performanya belakangan menurun, Quartararo masih dijagokan sebagai salah satu kandidat serius juara dunia MotoGP 2020.

Sementara itu, Lorenzo butuh dua tahun sebelum memenangi titel juara dunia pertamanya bersama tim pabrikan Yamaha kala itu,

Sebelum menduduki posisinya yang sekarang, Zeelenberg, pernah lama bekerja dengan Lorenzo.

Menurut dia, Quartararo punya gaya balap yang sama dengan Lorenzo dengan menggunakan istilah mentega dan palu.

“Mentega adalah sebuah istilah yang diciptakan Jorge. Itu artinya sebuah gaya yang cair dan indah. Anda tidak menyadari betapa kencangnya laju Anda, dan Fabio mengendarai motornya seperti itu juga ” ungkap Zeelenberg kepada MotoGP.com

“Dia tidak membuat kesalahan dan itu dulu sangat penting untuk Jorge. Dia bisa memenangi sebuah balapan, tapi kalau dia membuat kesalahan dia akan marah dengan dirinya sendiri karena dia ingin teliti dan menggunakan sebuah palu untuk menerapkan kecepatan tinggi. Itulah yang dilakukan Fabio di Jerez.” imbuhnya

Disamping punya gaya balap yang mirip, Zeelenberg juga mengungkapkan perbedaan antara Quartararo dan Lorenzo. Ia mengaku bahwa itu terletak pada karakter masing – masing pembalap.

“Lorenzo itu seperti dalam dunianya sendiri. Di luar balapan dia itu orang yang berbeda, tapi pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu dia fokus pada diri sendiri. Sedangkan Quartararo berbeda. Dia suka bermain, bercanda dengan kami, bahkan sebelum balapan,” terang Zeelenberg tentang Quartararo dan Lorenzo. (buddy/EB).

Related Articles

Back to top button