Kabar IndonesiaNasionalReligius

Tak Sekedar Menyembelih Hewan Kurban, Berikut Makna dan Hikmah dari Idu Adha yang Perlu Diketahui

ENERGIBANGSA.ID – Hari ini, Minggu, (11/8), menjadi  hari penting bagi seluruh umat Islam yang ada di Indonesia. Pasalnya Hari Raya Idul Adha yang merupakan salah satu hari raya besar yang diperingati dan dirayakan umat muslim di seluruh dunia jatuh tepat  hari ini.

Umat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia dalam memperingati dan merayakan Hari Raya Idul Adha memiliki tradisi yang wajib dilakukan.Tradisi itu meliputi melafalkan takbir, melaksanakan ibadah salat id berjamaah hingga memotong hewan kurban.

Semua tradisi itu bisa dikatakan sebagai keutamaan dalam memperingati dan merayakan hari raya ini.

Hal ini dilakukan, terutama penyembelihan hewan kurban sebagai pemaknaan untuk memperingati dan mengenang peristiwa  penyembelihan Nabi Ismail AS yang dilakukan oleh ayah nya sendiri, Nabi Ibrahim AS.

Namun, sebagaimana kita ketahui dalam peristiwa itu, karena kesungguhan dan keteguhan hati Nabi Ibrahim AS, Allah SWT menggantikan putranya dengan seekor domba untuk disembelih.

Selain itu, umat Islam juga memaknai Hari Raya Idul Adha sebagai tanda puncaknya prosesi ibadah haji. Pada tanggal 10 Dzulhijjah, tanggal diperingatinya Hari Raya Idul Adha dalam kalender Islam, para umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji sedang melaksanakan ibadah Wukuf di Padang Arafah.

Diketahui ibadah itu merupakan ibadah paling utama yang dilakukan dalam rangkaian prosesi ibadah haji, dimana mereka semua memakai pakaian serba putih yang disebut pakaian ihram.

Pakaian ini melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan.

Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Kuasa, sambil membaca kalimat Talbiyah bersama-sama.

Kendati demikian, patut sobat energi ketahui, makna dari Hari Raya Idul Adha tidak hanya penyembelihan hewan kurban dan ibadah haji saja. Ternyata ada banyak makna serta hikmah lainnya yang dapat diambil dari Hari Raya terbesar kedua bagi umat islam ini lho.

Sehubung dalam suasana Hari Raya Idul Adha, tim energibangsa.id akan memberikan makna dan hikmat yang terpendam dari Hari Raya ini.  Ulasan ini di rangkum tim energibangsa.id dari beberapa sumber.

Semoga dengan hadirnya ulasan ini sobat energi bisa mengambil nilai-nilai yang ada di dalamnya dan dapat semakin mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Dan juga dapat mengamalkannya sehingga dapat menjadi pahala untuk kita semua.

Berikut adalah makna dan hikmah yang dapat diambil dari Hari Raya Idul Adha selain penyembelihan hewan qurban dan Ibadah Haji :

1. Menambah tingkat Ketaqwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT

Seseorang tidak akan pernah sampai kepada ketaqwaan dan tidak akan memperoleh keimanan yang sejati bilamana kecintaanya kepada dunia mengalahkan kecintaanya kepada Allah SWT dan Rasulnya.

Firman Allah di Quran Surah Asy Syam ayat ke 8 yang berbunyi : “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan.”

Surah Al Baqarah ayat 165 juga memberikan gambaran tentang ketaqwaan yang mana berbunyi, Allah SWT beriman:  “Adapun orang beriman, maka ia akan sangat cinta kepada Allah SWT.”

Kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulnya sendiri sejatinya bisa diwujudkan dalam berbagai rupa,  salah satu dengan berkurban.

Tidak hanya sebagai wujud kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulnya saja, ternyata dengan berkurban kita dapat mendekatkan diri kepada Sang Khalik atau Maha Pencipta.

Sehingga berkurban pun dalam hukum Islam dianjurkan bagi siapa saja yang merasa mampu. Akan tetapi untuk mereka yang tidak mampu hukum ini gugur dan bukan berarti mereka tidak dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT serta tidak bertaqwa ya.

Kita bisa menemukan perintah untuk berkurban pun dijelaskan dalam firman Allah di Surah Al-Kausar ayat 1 – 3 yang berbunyi:

“Sesungguhnya kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah sholat karena Allah, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh orang-orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).”

Jadi, Kurban yang makna dasarnya persembahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT itu merupakan upaya untuk menggapai kasih sayang-Nya.

2. Menyelamatkan diri seseorang di Akhirat.

Tidak hanya meningkatkan ketaqwaan dan mendekatkan diri kita pada Sang pencipta, Hari Raya Idul Adha ternyata dapat menyelematkan diri kita di Akhirat. Artinya dengan melakukan kurban dan atau penyembelihan kurban, kita akan mendapatkan pahala yang dapat menyelamatkan diri kita di akhirat nantinya.

Rasulullah SAW pernah bersabda tentang keutamaan berkurban. Dalam sabdanya itu, Rasulullah menjelaskan bahwa berkurban bisa menyelamatkan umat dari kejelekan dunia dan Akhirat.

“Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Kurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih haiwan Kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) kurban itu.” (HR.Al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa “Tiada amal anak-cucu Adam pada waktu Hari Raya Kurban yang lebih disukai Allah daripada mengalirkan darah (berkurban). Dan bahwasanya darah kurban itu sudah mendapat tempat yang mulia di sisi Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka laksanakan kurban itu dengan penuh ketulusan hati.”

3. Meneladani Sifat Nabi Ibrahim A.S

Berkurban adalah salah satu teladan yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim AS lewat kisahnya yang merupakan bentuk kecintaan, dan ketaatan seorang Hamba yang tertinggi kepada Allah SWT.

Dalam kisah Nabi Ibrahim AS kita menemukan sikap-sikap pengorbanan dan keikhlasan yang ditunjukan oleh Nabi Ibrahim AS beserta anaknya Nabi Ismail AS.

Sikap-sikap itulah yang bisa kita teladani dalam setiap peringatan Hari Raya Idul Adha. Quran Surah Ash Shafaat ayat 102 menjelaskan peristiwa yang bisam dikatakan ujian berat yang berikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, yang berbunyi sebagai berikut :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: ” Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.(Q.S. Ash Shafaat:102).

4. Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dengan semangat berbagi untuk sesama

Memperingati Hari Raya Idul Adha, setiap umat muslim yang mampu dianjurkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan kurban yang mereka beli untuk berkurban.

Setelah itu, dagin kurban tidak hanya disantap bersama keluarga tapi juga dibagikan kepada tetangga, sanak saudara, serta yang terpenting orang-orang yang membutuhkan.

Dari kegiatan ini, kita bisa menumbuhkan semangat berbagi dan menyisihkan sebagian rezeki kita untuk dibagikan kepada orang lain. Itu termasuk sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT.

5. Mensucikan Harta milik Kita

Di dalam harta kita, tidaklah mutlak milik kita seutuhnya , didalam harta tersebut ada sebagian milik orang lain, maka dengan berqurban itu adalah usaha kita untuk mensucikan kembali harta. Siapa tau ada harta yang belum disalurkan. Insya Allah menambah keberkahan dalam hidup.

6. Silahturahmi antar saudara

Pada Hari Raya Idul Adha, terdapat tradisi mengunjungi sanak saudara yang mana tidak bisa dilakukan setiap hari dikarenakan urusan pribadi masing-masing.

Hari Raya Idul Adha juga dapat menjalin dan menambah kedekatan lewat Interaksi dengan tetangga dan kerabat ketika pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurbar

7. Segalanya hanya Milik Allah SWT

Melalui perayaan Idul Adha, umat muslim menyadari bahwa apa yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah SWT. Semua harta benda yang dimiliki sejatinya adalah milik Allah SWT. 

Demikian makna perayaan Idul Adha yang sebenarnya. Selain banyak manfaat yang didapat, tentunya kebahagiaan dan keberkahan akan diraih melalui hari besar ini.

Related Articles

Back to top button