fbpx
Essai

Tak Perlu Jadi Orang Hebat…

Oleh: Ary Senpai, Graphic Designer, Penggiat Pendidikan dan Sosial; Salah satu author sekolah membunuhmu

ENERGIBANGSA.ID—Tak perlu jadi orang hebat, kok bisa? Ya bisa lah. Jangan ‘ngegas’ dulu yah kayak netijen.

Sebelum membahas lebih jauh, akan saya beri contoh kasusnya dulu, ya, gaes.

Kasus 1

Fajrul adalah seorang siswa yang hobinya nge-gambar terus, kemanapun ia pergi ia selalu membawa alat gambar.

Karena apapun yang menarik menurutnya akan digambar kemudian di upload ke medsos.

Fajrul yang hobi gambar ini memang tak menarik untuk belajar di sekolah yang hanya mengejar nilai saja, toh nilai juga banyak yang hasil ‘nyontek’.

Dengan ketekunan mas Fajrul ini saat dewasa akhirnya ia membuka studio komiknya sendiri yang bekerja sama dengan para mangaka dari Jepang.

Kasus 2

Roseka adalah seorang dancer yang suka dengan dunia dance (ya iyalah masak dancer suka dunia politik).

Sejak lulus dari SMA ia ingin mandiri dengan bekerja di cafe sambil mengembangkan passionnya d bidang dance cover ala-ala jepang.

Setiap event ia ikuti bersama kawan-kawannya. Perlahan tapi pasti akhirnya ia membuka sanggar dance alias akademi dancer yang mengajari banyak talenta-talenta muda.

Kasus 3

Dwi Rahmat adalah seorang lulusan S1 yang bekerja sebagai guru honorer di sebuah sekolah dasar.

Ia guru honorer yang ngarep banget jadi PNS atau pegawai instansi yang berseragam.

Buku tentang seleksi apapun ia beli, seminar apapun ia ikuti. Ia hanya fokus untuk jadi PNS maupun kerja yang terlihat keren.

Hingga pada suatu tes ia gagal, akhirnya ia stres berat. Padahal untuk seusia muda seperti Dwi Rahmat ini masih banyak hal yang dilakukan agar menjadi orang yang istiqomah.

Apa yang bisa kita ambil pelajaran di atas? Enggak ada. Enggak ada bagi orang yang gak mau berpikir.

Kita semua sejak kecil memang sering diadu dan dipamerin tentang hal-hal yang seakan dibuat mewah, padahal yang biasa saja.

Kita sering banget dituntut untuk menjadi orang yang “katanya” hebat padahal biasa saja.

PNS itu terlihat hebat karena memang dibranding oleh masyarakat bahkan sekolah sebagai sebuah simbol “kemapanan dan kesejahteraan”.

Padahal, ya, dibalik itu semua oknum-oknumnya banyak yang kena kasus seperti utang atau narkoba.

PNS? Biasa aja tuch!

Menurut saya PNS itu biasa saja, gak ada istimewanya sama sekali. Wong lulus tes PNS bukan karena kompetensi, alias faktor “untung-untungan”.

Bener gak? Hehehe hayooo ngaku.

Semua yang terlihat hebat begitu dipopulerkan sejak kita masih kecil, sehingga kita malu jika kita merasa bukan jadi orang hebat.

Kembali ke kisah di atas, coba saja kalau mas Fajrul yang hobi gambar eh malah tergiring  menjadi tim politik capres atau lurah?

Coba saja kalau Mbak Roseka malah putus harapan? Apa yang terjadi? Ya mana saya tahu wkwkkw.

Kita semua enggak perlu jadi orang hebat, yang penting istiqomah dan selalu bergerak.

Dengan istiqomah dan selalu bergerak sesuai kapasitas kita, diri kita Insya Allah akan mendapatkan hasil yang luar biasa asal mau bersabar.

Intinya gak jadi orang hebat gak masalah, yang penting terus selalu bergerak dan istiqomah. Semoga bermanfaat. (*)

Related Articles

Back to top button