fbpx
Kisah Misteri

Serem !!! Ini Lho Deretan Museum di Kota Tua yang Banyak Hantunya

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Deretan museum di kawasan Kota Tua tentu sudah tidak asing bagi warga Jakarta atau bahkan masyarakat Indonesia. Mulai dari Museum Fatahillah, Toko Merah, dan Museum Wayang yang letaknya tak jauh dari stasiun Jakarta Kota.

Berdiri sejak zaman Belanda, museum ini kini menjadi tempat berwisata bagi warga yang sedang pergi ke Jakarta khususnya wilayah Kota Tua.

Selain kental dengan cerita sejarahnya, ketiga museum ini juga terkenal dengan cerita mistisnya yang sudah menjadi perbincangan banyak orang.

Bersumber dari IDN Times, berikut penelusuran untuk mengenal ketiga museum  tersebut lebih jauh.

1. Museum Fatahillah

Berdiri tahun 1707-1717, museum bergaya bangunan khas Eropa dengan dinding bercat putih dibangun atas perintah Gubernur-Jenderal Joan van Hoorn. Dikutip dari berbagai sumber, dulunya bangunan museum ini merupakan balai kota Batavia. Halaman depannya pun pernah menjadi lokasi hukuman mati.

Berusia ratusan tahun ditambah berbagai macam peristiwa yang mengiringi keberadaannya, tak heran tempat ini diselimuti berbagai kisah mistis.

Konon, di Museum Fatahillah kerap terdengar suara tangisan serta bau amis darah. Karena tempat ini menjadi lokasi eksekusi mati, di mana lonceng yang kerap menjadi penentu waktu kematian sering berbunyi pada malam hari.

Saat ini, Museum Fatahillah menjadi salah satu destinasi wisata di kawasan Kota Tua. Di museum ini, pengunjung bisa mempelajari sejarah tentang Kota Jakarta.

2. Museum Wayang

Museum ini terletak di dekat Museum Fatahillah. Di museum ini tersimpan berbagai jenis wayang produksi Nusantara.

Museum ini diresmikan oleh Gubernur Jakarta Ali Sadikin pada 1975. Museum ini sebelumnya pernah berpindah lokasi, dan akhirnya menetap di gedung tua yang sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu.

Seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang juga memiliki kisah yang tidak kalah angker. Di museum ini kerap terdengar suara-suara aneh seperti suara serdadu Belanda sedang berbaris, dengan mengucapkan aba-aba berbahasa Belanda.

3. Toko Merah

Seperti namanya, bangunan ini berdinding bata berwarna merah. Bangunan ini juga merupakan peninggalan kolonial Belanda. Tidak seperti Museum Fatahillah dan Museum Wayang yang berada di dalam kawasan Kota Tua, Toko Merah terletak di pinggir jalan raya.

Dulu, toko ini merupakan kediaman para tokoh penting di Batavia. Kemudian berubah menjadi hotel khusus para pejabat.

Kisah mistis juga tidak lepas dari bangunan peninggalan Belanda ini. Suara teriakan perempuan dan penampakan kerap hadir di Toko Merah ini. Toko Merah ini adalah saksi atas pembantaian etnis Tionghoa pada zaman penjajahan. (Sasa/EB/IDNTimes).

Related Articles

Back to top button